Menu Close Menu

Prabowo Pamer di Davos: Program Makan Bergizi RI Tembus 59,8 Juta Porsi Sehari, Siap Salip McDonald's!

Minggu, 25 Januari 2026 | 07.00 WIB

  


DAVOS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadikan panggung dunia World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, sebagai etalase keberhasilan program andalannya.


Dalam pidato yang disampaikan Kamis (22/1/2026), Presiden mengungkapkan data mencengangkan terkait satu tahun pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari yang awalnya diragukan, program ini kini menjelma menjadi operasi logistik pangan raksasa yang melayani puluhan juta perut rakyat Indonesia setiap harinya.


“Pada hari pertama (Januari 2025), kami memulai dengan 190 dapur yang melayani 570.000 orang per hari. Hari ini, dalam satu tahun, kami telah mengoperasikan 21.120 dapur yang tersebar secara nasional,” tegas Presiden Prabowo yang disambut perhatian para pemimpin ekonomi dunia.


Ambisi Kalahkan McDonald's dalam Sebulan

Salah satu poin yang paling menyita perhatian adalah saat Prabowo membandingkan kapasitas dapur MBG dengan raksasa makanan cepat saji dunia, McDonald's.


Hingga saat ini, pemerintah telah berhasil memproduksi dan menyalurkan 59,8 juta porsi makanan bergizi setiap harinya. Sasarannya jelas: anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia yang tinggal sebatang kara.


"Dalam waktu satu bulan, Indonesia akan melampaui rekor distribusi makanan harian restoran cepat saji dunia, McDonald’s, yang mencapai 68 juta porsi per hari," klaim Presiden dengan percaya diri.


Tak berhenti di situ, target tahun ini dipatok lebih tinggi lagi, yakni mencapai 82,9 juta porsi per hari.


Lansia Dilayani 'Door to Door'

Presiden menekankan bahwa program ini memiliki sentuhan kemanusiaan yang kuat. Tidak semua penerima manfaat harus datang ke titik bagi.


"Setiap hari, mereka menerima makanan ini. Untuk ibu hamil, menyusui, dan lansia yang hidup sendiri, makanan dikirim langsung ke rumah," ujarnya. Pendekatan jemput bola ini memastikan kelompok rentan mendapatkan asupan gizi tanpa harus bersusah payah.


Bukan Amal, Tapi Mesin Ekonomi (Prabowonomics)

Menepis anggapan bahwa program ini hanya membebani anggaran negara, Prabowo memaparkan data ekonomi riil (multiplier effect) yang tercipta di akar rumput.


MBG diklaim telah menjadi lokomotif baru bagi sektor riil. Berikut data dampaknya:


61.000 UMKM & Koperasi telah terlibat dalam rantai pasok.


600.000 Lapangan Kerja tercipta langsung dari sektor dapur.


Target 2,5 Juta Pekerja: Termasuk petani, peternak, pedagang, dan pemasok yang menikmati perputaran uang dari program ini.


“Saya yakin pertumbuhan kita akan mencapai angka yang mengesankan. Kebijakan sosial harus memperluas produktivitas dan menghasilkan pertumbuhan,” pungkas Presiden, menegaskan konsep ekonomi yang kerap disebut sebagai "Prabowonomics".


Pidato ini menegaskan posisi Indonesia yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan angka makro, tetapi juga investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui perbaikan gizi.

Komentar