Jakarta — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan dampak nyata bagi peningkatan mutu layanan pendidikan. Dari ruang praktik kejuruan hingga fasilitas Unit Kesehatan Siswa (UKS), hasil revitalisasi mulai dirasakan langsung oleh sekolah, guru, dan peserta didik.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Melalui bantuan revitalisasi, sekolah ini kini memiliki tambahan ruang laboratorium, ruang praktik siswa, serta fasilitas sanitasi yang lebih memadai untuk menunjang pembelajaran vokasi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. “Ilmu pengetahuan memiliki peran mendasar dalam kemajuan bangsa dan kualitas kehidupan manusia. Karena itu, kebijakan pendidikan harus memastikan proses belajar benar-benar berlangsung dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik,” ujar Mendikdasmen, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Senin (19/1/2026).
Manfaat revitalisasi tidak hanya dirasakan di jenjang menengah. Kepala Sekolah SDIT Jumapolo, Sriyadi, mengapresiasi penambahan fasilitas UKS di sekolahnya. Menurut dia, keberadaan UKS mempermudah penanganan siswa yang membutuhkan perawatan ringan tanpa harus keluar dari lingkungan sekolah.
Di SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo, revitalisasi menjadi solusi atas keterbatasan ruang praktik yang sebelumnya menghambat efektivitas pembelajaran. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Muhammad Aryo Rosidi, menjelaskan bahwa jumlah peserta didik yang terus bertambah tidak sebanding dengan ketersediaan ruang praktik sebelum revitalisasi. “Dengan adanya revitalisasi, kebutuhan ruang praktik siswa kini dapat terpenuhi dengan lebih baik sehingga kegiatan pembelajaran kejuruan menjadi lebih teratur dan optimal,” katanya.
Ia menambahkan, revitalisasi juga menjadi dorongan moral bagi sekolah untuk terus mengembangkan kompetensi keahlian, khususnya di bidang teknik mesin, serta memperkuat komitmen dalam merawat fasilitas agar manfaatnya berkelanjutan.
Dampak revitalisasi turut dirasakan langsung oleh peserta didik. Olivia Agustin, siswa kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, menuturkan bahwa kondisi sekolah kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. “Sekarang ruang praktiknya lebih banyak dan lebih modern. Sudah ada laboratorium dan toilet baru, jadi kami lebih semangat dan percaya diri untuk belajar,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dea, siswa kelas XI lainnya. Menurutnya, sebelum revitalisasi, fasilitas pembelajaran masih terbatas. “Sekarang sudah ada laboratorium IPA, ruang praktik siswa, dan ruang praktik teknik. Kami bisa belajar lebih nyaman dan punya kesempatan lebih luas untuk berkembang dan berprestasi,” katanya.
Apresiasi juga datang dari tenaga pendidik. Guru IPA SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo, Niken, menyebutkan bahwa sebelumnya keterbatasan laboratorium membuat pembelajaran praktikum harus dilakukan bergantian dan sering berpindah ke kelas. “Dengan adanya laboratorium IPA yang baru, siswa jauh lebih antusias karena belajar di ruang praktik yang representatif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Gondangrejo, Sutikno, menyampaikan bahwa sekolahnya menerima bantuan perbaikan empat ruang kelas serta pembangunan musala, laboratorium, dan perpustakaan. Ia menilai revitalisasi menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
Kemendikdasmen menegaskan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan akan terus dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, guna memastikan seluruh sekolah di Indonesia memiliki sarana dan prasarana yang layak serta mendukung pembelajaran bermutu bagi semua peserta didik.








Komentar