120 Penyuluh di Kabupaten Soppeng Ikuti Seminar SOS di Aula Dispendik | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

120 Penyuluh di Kabupaten Soppeng Ikuti Seminar SOS di Aula Dispendik

Rabu, 06 Maret 2019 | 13.34 WIB
DHEAN.NEWS SOPPENG -Mengusung tema ” LOKA KARYA  Standar Organik Soppeng (SOS) ", Dinas Pertanian kerjasama dengan Yayasan Mateppe menggelar Seminar Organik Standar lokal  di Aula dinas pendidikan Kabupaten Soppeng, Selasa (05/03/20191).

Seminar yang berlangsung ini menghadirkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Soppeng, yang diwakili sekretaris Andi. Zulkifli M. Si, Dosen Fakultas Pertanian Unhas Prof. Dr. Ir. Amir Yassi M. Msi, Aliansi Organisasi Indonesia (AOI) Eko Budi Dharmanta, Anggota Yayasan Mateppe Soppeng dan 120 Peserta Penyuluh sekabupaten Soppeng. 

Dengan mengangkat pembahasan Dampak adaptasi perubahan iklim yang sangat merugikan petani dan mengembangkan pertanian berbasis organik di Kabupaten Soppeng. 
Andi. Zulkifli M.Si selaku Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng, menyampaikan beberapa strategi dan arah kebijakan pemerintah dalam penerapan pertanian berbasis organik.sebagai wadah bagi penyuluh untuk meningkatkan kapasitas permintaan pasar dari hasil organik. 

"kegiatan Loka Karya standar organik ini suatu momen yang sangat tepat bagi penyuluh untuk diterapkan ke petani, walaupun dalam hal ini sangat terlambat", tutur Sekretaris Dinas Pertanian Andi Zulkifli. 

"sekarang permintaan pasar sudah mulai bergeser, organik sudah mulai dicari dipasaran, jadi tidak ada kata terlambat untuk mulai, Masyarakat sudah paham akan kualitas makanan yang sehat", tambah zulkifli. 

Selanjutnya  Eko budi dharmanta sebagai pemateri. menuturkan, pengembangan pertanian organik untuk mengadaptasi perubahan iklim,salah satu adaptasi dari Perubahan iklim atas dampak-dampaknya yang sangat merugikan petani khususnya, karena salah satu dampak dari perubahan iklim adalah tidak menentunya musim hujan dan musim kemarau, sehingga sistim pertanian terganggu. 

"Perubahan iklim merupakan sesuatu yang sulit untuk dihindari dan memberikan dampak terhadap berbagai segi kehidupan. Pertanian diketahui merupakan sektor yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Di Indonesia, dampak perubahan iklim memiliki implikasi besar terutama bagi ketahanan pangan nasional, adapun pengaruh perubahan iklim yaitu hasil pertanian yang berkurang, munculnya hama dan penyakit baru yang belum ada sebelumnya serta musim yang tidak menentu ", tutur anggota Aliansi  Organisasi Indonesia (AOI) Eko budi. 

“beberapa potensi tersebut termasuk mampu menjaga kesehatan konsumen dari penggunaan bahan-bahan yang dapat merusak tubuh manusia, mampu mengembalikan kesuburan tanah, membantu dalam meningkatkan pendapatan petani dengan hasil yang lebih baik dan lebih berkualitas, juga mampu mereduksi pemanasan global”, tutur eko budi. 

Selanjutnya  Prof.Dr. Ir. Amir Yassi. M. Si juga menjelaskan, bahwa bahan organik merupakan suatu yang sudah sangat lama dibicarakan, namun bahan organik pada saat ini telah mempunyai standar dalam penggunaannya.pertanian organik adalah kegiatan bercocok tanam yang tidak menggunakan bahan kimia buatan melainkan menggunakan bahan yang bersifat organik, baik itu organisme atau unsur kimia yang bersifat organik (C, H, N, O, P, S). Konsep pertanian organik adalah budidaya pertanian tanpa menggunakan bahan kimia buatan, perilaku hidup yang berkesinambungan dengan alam sekaligus menghargai alam, dan melestarikan lingkungan. 

"Pengelolaan usaha tani secara organik tentu saja selaras dengan alam, tidak ada merusak lingkungan, dan memanfaatkan semaksimal mungkin sistem alami yang diberikan oleh alam sekitar", kata Amir yassi

“tetapi disisi lain juga masih terdapat permasalahan yang ada dalam 5 sudut pandang untuk pelaksanaan sistem pertanian organik ini. Termasuk konsumen yang belum mengerti kreteria organik, masyarakat yang belum peduli makanan dan lingkungan sehat, pedagang yang orientasi bisnis sebagai penyuplai produk sehat, pemerintah belum menjadi fokus utama dan operator yang memiliki pengertian yang berbeda-beda”, tutup Dosen fakultas pertanian unhas ini.

Komentar