Menu Close Menu

Dari Beasiswa hingga Investasi, Sidoarjo Catat Capaian Positif Sepanjang 2025

Selasa, 03 Februari 2026 | 09.00 WIB

  


Sidoarjo – Peringatan Hari Jadi ke-167 Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus afirmasi atas berbagai capaian pembangunan yang berhasil ditorehkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sepanjang tahun 2025. Dengan mengusung semangat kolaborasi dan sinergi lintas sektor, Pemkab Sidoarjo menunjukkan komitmen kuat menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan bahwa salah satu capaian yang menjadi sorotan utama sekaligus kado istimewa Hari Jadi ke-167 adalah revitalisasi Alun-alun Sidoarjo. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan amanat pada Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo di Alun-alun Sidoarjo, Jumat (31/1/2026).


Revitalisasi ruang publik tersebut dilakukan untuk menjadikan Alun-alun Sidoarjo lebih representatif, inklusif, dan fungsional sebagai pusat interaksi sosial, ruang ekspresi budaya, sekaligus ikon wajah baru Kota Sidoarjo.


“Revitalisasi ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang humanis dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.


Selain revitalisasi alun-alun, Bupati Subandi juga memaparkan sejumlah program unggulan yang telah dan akan terus dilaksanakan Pemkab Sidoarjo.


Di sektor pendidikan, Pemkab Sidoarjo memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Kabupaten Sidoarjo yang merupakan bagian dari 14 Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati sebagaimana tertuang dalam RPJMD. Sepanjang 2025, sebanyak 2.010 penerima manfaat memperoleh beasiswa pendidikan tinggi dan keagamaan melalui lima kategori, mulai dari prestasi akademik dan nonakademik, mahasiswa kurang mampu, hingga bidang keagamaan.


Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah, yakni Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Rakyat, Dinas Sosial, serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo. Pada 2026, jangkauan program diperluas melalui Beasiswa Pendidikan Tinggi dan Beasiswa Yatim untuk jenjang SD, SMP, dan SMA negeri maupun swasta dengan total kuota 4.000 penerima manfaat.


Di bidang infrastruktur, Pemkab Sidoarjo mencatat kemajuan signifikan melalui program betonisasi jalan. Hingga akhir 2025, sebanyak 13 ruas jalan sepanjang 12,67 kilometer telah dibetonisasi, disertai rehabilitasi dua jembatan untuk meningkatkan daya tahan jalan serta kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi.


Pada 2026, perbaikan infrastruktur diperkuat melalui Program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) yang menyasar percepatan perbaikan jalan dan infrastruktur skala kecil di 18 kecamatan. Setiap kecamatan dilengkapi satu unit mobil pikap dan satu unit stamper guna mempercepat penanganan jalan rusak. Penanganan banjir juga terus dilakukan melalui normalisasi 10 sungai, optimalisasi drainase, dan percepatan pembangunan rumah pompa di titik rawan genangan.


Di sektor sosial, kolaborasi Pemkab Sidoarjo dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berhasil merehabilitasi 450 unit rumah tidak layak huni di 18 kecamatan. Pemerintah daerah juga menangani kondisi darurat dengan membangun kembali 33 rumah pasca atap ambruk dan 17 rumah pasca kebakaran.


Pada sektor kesehatan, sepanjang 2025 dibangun 1.004 jamban sehat sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pencegahan stunting. Atas capaian tersebut, Kabupaten Sidoarjo meraih Penghargaan STBM Kategori Madya Tingkat Nasional. Komitmen penurunan stunting juga diwujudkan melalui kenaikan 100 persen insentif kader posyandu dan pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hingga akhir 2025, Sidoarjo mempertahankan Universal Health Coverage (UHC) dengan tingkat keaktifan peserta JKN sebesar 80,87 persen atau sekitar 1,7 juta jiwa, serta kembali meraih UHC Award Kategori Madya pada awal 2026.


Di sektor perekonomian, realisasi investasi Kabupaten Sidoarjo tahun 2025 mencapai Rp18,89 triliun atau 155,84 persen dari target, tumbuh 10,8 persen dibandingkan 2024. Tujuh sektor usaha menjadi penyumbang terbesar, antara lain industri kimia dan farmasi, logam dasar, kertas dan percetakan, serta transportasi dan pergudangan.


Sementara pada sektor pelayanan publik, Pemkab Sidoarjo meraih Opini Kualitas Tertinggi dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025 oleh Ombudsman Republik Indonesia, sekaligus menempatkan Kabupaten Sidoarjo dalam Top 7 Nasional kategori pemerintah kabupaten.


Dengan semangat “Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh”, Hari Jadi ke-167 menjadi penegasan arah pembangunan daerah yang berpihak pada seluruh lapisan masyarakat dan berorientasi jangka panjang.


“Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen melanjutkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata demi kesejahteraan masyarakat serta masa depan Sidoarjo yang semakin tangguh,” pungkas Bupati Subandi.

Komentar