Menu Close Menu

PP ALTI Ingatkan Risiko Kehilangan Momentum Lari Trail Nasional

Senin, 26 Januari 2026 | 16.00 WIB

  


Bandung — Pesatnya pertumbuhan olahraga lari trail di Indonesia dinilai berisiko tidak berkelanjutan jika tidak diiringi konsolidasi organisasi dan standar keselamatan yang kuat. Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) menegaskan hal tersebut dalam Rapat Kerja nasional yang membahas legitimasi organisasi, keselamatan atlet, hingga arah pembinaan prestasi ke depan.


Ketua Umum PP ALTI masa bakti 2025–2029 Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa momentum lari trail yang tengah meningkat harus dijaga melalui penguatan peran organisasi. Tanpa konsolidasi yang solid, ia menilai keberadaan ALTI berpotensi kehilangan makna strategisnya. “Kalau kita tidak konsolidasi, kita akan kehilangan momentum, bahkan bisa kehilangan legitimasi. Artinya ada atau tidak adanya ALTI sama saja,” tegas Bima Arya dalam siaran pers yang diterima InfoPublik, Minggu (25/1/2026). 


Bima Arya yang juga Wakil Menteri Dalam Negeri menegaskan bahwa PP ALTI harus hadir memberi manfaat nyata bagi ekosistem lari trail nasional, mulai dari regulasi, pembinaan, hingga keselamatan. Ia meminta seluruh jajaran pengurus menanggalkan kepentingan pribadi, politik, maupun bisnis. “Di sini kita berdiri di atas semuanya. Tidak ada kepentingan pribadi, politik, atau bisnis. Semuanya untuk ALTI,” ujarnya.


Isu keselamatan menjadi salah satu sorotan utama dalam Raker tersebut. Ketua Harian PP ALTI Muhammad Farhan menilai tingginya animo masyarakat terhadap lari trail harus diimbangi dengan standar keamanan yang ketat, mengingat karakter olahraga ini memiliki risiko tinggi. “Antusiasme ini melebihi akal sehat. Tantangan kita adalah bagaimana euforia lari trail dihadapkan dengan aspek keselamatannya,” kata Farhan.


Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi standar baku dalam setiap penyelenggaraan lomba, baik di tingkat nasional maupun daerah, agar pertumbuhan lari trail tidak menimbulkan persoalan baru.


Sementara itu, Sekretaris Umum PP ALTI Dr. Donny Gahral Adian memaparkan rencana kerja tahun 2026 yang difokuskan pada pembinaan prestasi dan penguatan posisi Indonesia di level regional dan internasional. Tiga agenda utama yang disiapkan yakni South East Asia Trail Running Championship (SEATRC) pada 24–26 Juli 2026 di Gede PangrangoKejuaraan Nasional Lari Trail 2026 yang diusulkan digelar di Jambi, serta partisipasi Indonesia pada Asia Pacific Trail Running Championship (APTRC) di Cina pada November 2026.


Donny juga mencatat adanya migrasi besar pelari dari lari aspal ke lari trail sebagai indikasi meningkatnya minat olahraga berbasis alam. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu direspons dengan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.


Selain agenda kejuaraan, PP ALTI membahas penyusunan Standar Nasional Perlombaan (SNP), percepatan digitalisasi organisasi, sertifikasi pelatih dan juri, serta perumusan kode etik atlet dan pengurus di tingkat nasional hingga kabupaten/kota. PP ALTI juga mendorong agar lari trail dapat dipertandingkan pada PON Pantai 2026.

Komentar