BATAM – Aroma persiapan mudik Lebaran 2026 mulai tercium, meski hari raya masih beberapa bulan lagi. Pemerintah tak ingin ambil risiko. Di Batam, salah satu gerbang laut tersibuk di Indonesia, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memulai "operasi senyap" menyisir ratusan kapal penumpang demi satu tujuan: Nol Kecelakaan (Zero Accident).
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) menggandeng KSOP Khusus Batam, Kamis (23/1/2026), melakukan uji petik kelaikan kapal. Langkah ini bukan sekadar formalitas stempel basah, melainkan "harga mati" keselamatan nyawa pemudik.
Tiga Pelabuhan Utama "Diobok-obok" Petugas
Tim Uji Petik yang dipimpin Capt. Maltus Jackline bergerak taktis. Tiga pelabuhan vital di Batam menjadi sasaran inspeksi mendadak ini. Targetnya jelas: memastikan kapal yang akan membawa ribuan pemudik nanti benar-benar "sehat" mesin dan lambungnya.
Fokus pemeriksaan menyasar kapal-kapal favorit pemudik, antara lain:
Emerald of Dumai: Primadona rute Batam–Tanjung Balai Karimun–Dumai.
Oceanna 18: Beroperasi di Pelabuhan Harbour Bay.
MDM Express 09: Siaga di Pelabuhan Batam Center.
"Uji petik ini merupakan langkah awal... Keselamatan penumpang harus dipastikan sejak kapal masih sandar di pelabuhan," tegas Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, dalam keterangannya.
'Zero Compromise': Tak Layak Jalan, Dilarang Berlayar!
Pernyataan keras keluar dari mulut Samsuddin. Ia menegaskan prinsip "Zero compromise for safety". Artinya, tidak ada toleransi bagi kapal yang alat navigasinya mati, pelampungnya kurang, atau mesinnya batuk-batuk.
Pemeriksaan mencakup hal-hal vital yang sering luput:
Kondisi Lambung & Mesin: Memastikan tidak ada kebocoran atau potensi mogok di tengah laut.
Alat Navigasi: Radar dan komunikasi harus prima.
Alat Keselamatan: Life jacket dan sekoci harus sesuai jumlah penumpang.
Samsuddin mengingatkan, Batam adalah wilayah "panas" dengan mobilitas tinggi. Tercatat ada 107 kapal penumpang yang beroperasi di wilayah kerja KSOP Khusus Batam. Kapal-kapal ini melayani rute domestik antarpulau hingga lintas negara (Singapura/Malaysia), sehingga standar keselamatannya wajib mengacu pada konvensi internasional.
Operasi Nasional Hingga Februari 2026
Batam tidak sendirian. Operasi ini adalah bagian dari gerakan nasional yang berlangsung mulai 19 Januari hingga 19 Februari 2026.
Dari total 264 pelabuhan pantau di seluruh Indonesia, Kemenhub memprioritaskan uji petik langsung di 15 pelabuhan utama dengan volume penumpang tertinggi. Batam masuk dalam daftar prioritas karena posisinya yang strategis sebagai hub transportasi laut di wilayah barat Indonesia.
Langkah pre-emptive Kemenhub ini patut diapresiasi. Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penumpukan penumpang dan kelelahan mesin kapal sering menjadi faktor risiko utama saat puncak arus mudik. Dengan melakukan pemeriksaan jauh-jauh hari (H-Min sekian bulan), operator kapal memiliki waktu cukup untuk memperbaiki kekurangan armada mereka, sehingga drama "kapal rusak" saat H-7 Lebaran bisa dihindari.








Komentar