Menu Close Menu

Cuaca Ekstrem Mengintai Laut Merauke, Panglima Koderal XI Turun ke Dermaga: Nyawa Lebih Mahal dari Tangkapan

Jumat, 23 Januari 2026 | 10.23 WIB

  


MERAUKE – Langit di atas perairan Papua Selatan belakangan ini kerap tak menentu. Di tengah ancaman hidrometeorologi tersebut, suasana berbeda tampak di Dermaga Perikanan Nusantara, Kabupaten Merauke, pada Rabu (21/1/2026).


Bukan sekadar aktivitas bongkar muat ikan, dermaga tersebut kedatangan rombongan petinggi militer matra laut. Panglima Komando Daeral (Koderal) XI, Laksda TNI Monang H. Sitompul, didampingi Wakil Komandan serta seluruh Perwira Pejabat Utama (PJU), turun langsung "menyentuh" para nelayan.


Kunjungan ini bukan inspeksi mendadak (sidak) keamanan biasa, melainkan sebuah misi kemanusiaan preventif. Sang Laksamana Muda membawa pesan krusial: Waspada cuaca ekstrem.


"Jangan Melaut Sampai Alam Bersahabat"

Di hadapan para pelaut tradisional yang kulitnya legam terbakar matahari, Laksda Monang berbicara dari hati ke hati. Ia mengingatkan bahwa nafkah memang penting, namun keselamatan jiwa adalah harga mati yang tak bisa ditawar.


Potensi hujan lebat yang disertai angin kencang di perairan Merauke dapat memicu gelombang tinggi sewaktu-waktu. Kondisi ini menjadi "jebakan maut" bagi kapal-kapal nelayan, terutama yang bertonase kecil.


"Para nelayan diimbau lebih baik tidak melaut sampai cuaca benar-benar lebih bersahabat," tegas Laksda Monang. Ia meminta para nelayan untuk bijak membaca tanda-tanda alam dan mematuhi prakiraan cuaca demi menghindari kecelakaan laut (laka laut).



Langkah Koderal XI ini menegaskan pergeseran paradigma TNI AL yang tidak hanya garang dalam penegakan hukum dan kedaulatan, tetapi juga humanis dalam melindungi rakyatnya.


Kehadiran para perwira tinggi di tengah amis bau ikan dan deru mesin kapal adalah simbol persahabatan. TNI AL ingin memosisikan diri bukan sebagai "pengawas" yang menakutkan, melainkan sebagai mitra strategis bagi masyarakat pesisir.


"Ini adalah wujud kepedulian kami. Kami ingin memastikan bapak-bapak yang mencari nafkah di laut tidak mengalami kesulitan berarti, apalagi sampai menjadi korban ganasnya alam," tambah perwakilan dari rombongan tersebut.


Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem maritim yang sehat di Merauke. Tujuannya adalah keseimbangan antara keamanan laut, penegakan hukum, dan kesejahteraan ekonomi para pelaku usaha perikanan, tanpa mengabaikan faktor keselamatan berlayar (safety of navigation).


Bagi nelayan Merauke, peringatan dari Panglima Koderal XI ini menjadi "alarm" penting untuk menahan diri sejenak, demi bisa kembali melaut di hari esok dengan selamat.

Komentar