Jelang Pemilu, Ketua DPD Partai Berkarya Lakukan Audience dengan KPUD Pinrang | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

Jelang Pemilu, Ketua DPD Partai Berkarya Lakukan Audience dengan KPUD Pinrang

Kamis, 14 Maret 2019 | 16.09 WIB
DHEAN.NEWS PINRANG - Ketua DPD Partai Berkarya, Ahmad Jaya Baramuli setelah malaksanakan kegiatan audience dengan pihak Bawaslu Pinrang pada hari Senin tanggal 11 Maret 2019, selanjutnya melakukan kegiatan audience dengan pihak KPUD kabupaten Pinrang. 

Kegiatan audience Partai Berkarya dengan pihak KPUD kabupaten Pinrang dilaksanakan selama dua hari terhitung dari tanggal 12 hingga 13 Maret 2019 dan di pusatkan di ruangan Media Center KPU Pinrang Jalan Bintang, kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.

Ketua DPD Partai Berkarya, Ahmad Jaya Baramuli saat di konfirmasi oleh Awak Media, Kamis (14/03/2019) menyampaikan beberapa hal kepada ketua KPU Pinrang saat pelaksanaan audience, diantaranya untuk mencari solusi terkait permasalahan yang akan terjadi dalam pemilihan umum tahun 2019, sehingga kerjasama dengan Pihak penyelenggara lainya bisa berjalan lancar.

"Kedatangan kami ke KPU Pinrang dalam pelaksanaan audince dengan pihak penyelenggara, adalah tak lain hanya untuk mencari solusi terkait permasalahan yang akan terjadi dalam pemilihan umum tahun 2019, sehingga kerjasama dengan Pihak penyelenggara lainya bisa berjalan lancar." Kata Ahmad Jaya Baramuli.

Selanjutnya, masih kata dia kepada pihak pelaksana, bahwa sebelumnya juga telah melakukan kegiatan audince dengan pihak Bawaslu kabupaten Pinrang dan jawaban yang diberikan sangat detail dalam tahapan Pemilu yang sedang berjalan, dan itu yang kami sangat harapkan agar dalam proses pemilihan umum 2019 yang datang bisa berajalan dengan baik tanpa ada kendala.

"Kami juga telah melakukan kegiatan audince dengan pihak Bawaslu kabupaten Pinrang dan kami sangat harapkan agar dalam proses pemilihan umum 2019 yang datang bisa berajalan dengan baik tanpa ada kendala." Harapnya.

Lebih lanjut,dari hasil pantauan kami, terdapat beberapa TPS yang selalu bermasalah sehingga akan dilakukan pemungutan suara ulang dan proses tersebut intensitas Money Politic sangat tinggi, sehingga berharap pihak KPU kabupaten Pinrang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

Sedangkan untuk proses penetapan DPTb, DPK dan pemberian Formulir A5 kepada pemilih agar pihak KPU kabupaten Pinrang betul - betul melakukan penilitian sebelum memberikan Formulir A5.Karena berdasarkan patauan dan pengamatan partai Berkarya, banyak caleg yang akan melakukan pengurusan pemilih untuk mendapatkan Formulir A5 untuk mendapatkan suara di dapilnya, ungkap Ahmad Jaya. 

Ketua DPD partai Berkarya dalam kegiatan audience yang dilaksanakan di ruangan media center KPUD kabupaten Pinrang juga mendapat jawaban yang sangat memuaskan dari ketua KPU Pinrang Alamsyah SH.

Sementara itu Ketua KPUD Pinrang, Alamsyah mengatakan, "Kami dari pihak KPU kabupaten Pinrang tidak pernah berhenti mengikuti progres yang dikeluarkan oleh KPU RI dalam penetapan DPTb dan DPK untuk persiapan pemilu  tahun 2019.

Dalam Pemilu tahun ini KPU sudah tidak membentuk TPS khusus, yang mana apapun terjadi tetap dikhususkan.

Alam melanjutkan jawaban pertanyaan ketua DPD partai Berkarya kata dia, "KPU kabupaten Pinrang akan membentuk TPS Mobile, sehingga apabila terdapat pemilih yang tidak sempat melakukan pencoblosan pada tanggal 17 April 2019 karena adanya halangan yang tidak bisa dihindari seperti Rumah sakit, TPS mobile itu lah yang akan di pergunakan namun proses pemilihannya cuman 1 jam sebelum ditutup pencoblosan.

Diakhir jawabannya ketua KPU kabupaten Pinrang menambahkan bahwa, "pihak pelaksana pemilu dalam hal ini KPU Pinrang telah melakukan proses perekrutan KPPS, yang akan bertugas dalam proses pemilihan pada tanggal 17 April 2019.

Dan dalam proses Bimtek untuk saksi partai Politik, pihak Bawaslu kabupaten Pinrang telah melaksanakan di beberapa kecamatan. Sehingga diperlukannya kerjasama anatar pihak Bawaslu dan KPU agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pengisian Formulir hasil suara partai politik. Karena kewenangan Bawaslu hanya sampai di pengawasan namun soal teknis KPU yang mengetahui, tutup Alamsyah (AAD/SMpin).

Komentar