Aplikasi Buatan SMK Coding Diikutikan pada Seleksi Wakil Indonesia di AICTA 2019 | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

Aplikasi Buatan SMK Coding Diikutikan pada Seleksi Wakil Indonesia di AICTA 2019

Selasa, 12 Maret 2019 | 20.31 WIB
DHEAN.NEWS JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mengikutsertakan aplikasi buatan murid jebolan pelatihan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Coding dalam Seleksi Nasional ASEAN ICT Awards (AICTA) Tahun 2019. Plt. Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Slamet Santoso menilai ajang tersebut akan membawa dampak signifikan terhadap pengembangan dan popularitas aplikasi.

"Khususnya diantara pengguna luar Indonesia. Bahkan, partisipasi pengembang dalam AICTA juga meningkatkan daya jual produk. Salah satu pemenang tahun lalu mengaku penjualan produk mereka meningkat setelah mengikuti AICTA,” ungkap Slamet kepada Radio Kominfo dalam acara Dialog Khusus di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (11/03/2019).

Menurut Slamet, saat ini Direktorat Pemberdayaan Informatika selaku pelaksana seleksi nasional mengupayakan agar investor dari Asia Tenggara dapat mendanai produk yang dibawa Indonesia ke AICTA 2019. "Kami mendorong alumni Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan program SMK Coding dapat mengikuti seleksi AICTA 2019," tutur Slamet.

Meski baru dimulai tahun 2018 di Kota Surabaya dan Malang, SMK Coding telah diikuti 125 siswa. Meski tidak semua berasal dari kejuruan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), tingkat keterampilan peserta relatif beragam. “Sebelum mengikuti pelatihan, sebanyak 88% dari peserta tidak dapat membuat aplikasi Android,” ungkap Slamet.

Lulusan pelatihan bahkan berkesempatan magang untuk mengerjakan berbagai aplikasi berbasis Android di bawah bimbingan perusahaan secara freelance. Sampai Februari 2019, ada 30 perusahaan yang telah mempercayakan proyek-proyeknya kepada para lulusan SMK Coding di kota Malang, diantaranya Indosat Ooredoo, uBig.co.id, Ezy Industries dan RetGoo Sentris Informa.

SMK Coding merupakan pelatihan bersertifikat yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika untuk membekali siswa SMK dengan kemampuan teknis seperti memprogram Android, Firebase, dan Internet of Things (IoT). "Selain itu peserta juga dibekali dengan soft skill seperti berkomunikasi, berkoordinasi, dan kepemimpinan di dunia kerja agar dapat langsung memenuhi kebutuhan industri setelah lulus," tambah Slamet.

Kata ‘berkesinambungan’ adalah kunci dari pelatihan SMK Coding. Selain di akhir pekan, kegiatan tersebut juga dilaksanakan setelah jam pulang sekolah untuk memfasilitasi pembuatan prototipe aplikasi. Sebagai bagian dari pelatihan, SMK Coding, Sekolah Pulang Sekolah telah mewadahi terciptanya 12 aplikasi yang dikembangkan dalam 10 pertemuan di tahun 2018. "Tak hanya sampai di situ, Kementerian Kominfo juga memberi pelatihan pemrograman .NET kepada lulusan sejumlah SMK atas kerja sama dengan Astra dan salah satu bank swasta di Jakarta," ujar Slamet.

Komentar