Takalar Kembali Raih Penghargaan Nasional, Kali Ini Dari Kementrian PPPA | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

Takalar Kembali Raih Penghargaan Nasional, Kali Ini Dari Kementrian PPPA

Senin, 17 Desember 2018 | 23.43 WIB
DHEAN.NEWS TAKALAR - Dipenghujung tahun 2018, Pemerintah kabupaten Takalar kembali memperoleh penghargaan tingkat nasional. Kali ini, penghargaan berasal dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA). 

Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen pemerintah kabupaten Takalar dalam mendukung Sekolah Ramah Anak (SRA) melalui pembentukan Sekretariat bersama. 

Bupati Takalar H. Syamsari, S.Pt, MM menerima langsung penghargaan dari Menteri PPPA Yohanna Yembise, di Bandung, Jawa Barat,  Minggu (16/12/2018). 
Sekretariat Bersama yang didirikan oleh Pemerintah kabupaten Takalar melalui Dinas Pendidikan tersebut adalah program kabupaten layak anak yang akan dikawal oleh beberapa SKPD terkait. Sekretariat bersama dibentuk dengan berkolaborasi bersama beberapa SKPD dengan tujuan untuk mempermudah koordinasi yang tujuan akhirnya untuk kepentingan anak-anak di Kabupaten Takalar. 

"Kabupaten Takalar, yang pertama di Indonesia membentuk Sekretariat Sekolah Ramah Anak (SRA). Alhamdulillah dengan sekretariat bersama tersebut sekolah-sekolah di Takalar mulai berbenah untuk menjadi sekolah ramah Anak," Jelas Bupati Takalar H. Syamsari. 

Adapun lokasi sekretariat bersama yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan Takalar yaitu di SMP Negeri 2 Takalar. 

"Ada beberapa indikator yang harus dibina yang tujuan akhirnya adalah untuk kepentingan anak-anak sebagai generasi pelanjut. Jadi intinya adalah berkolaborasi dengan beberapa SKPD bukan ego sektoral yang dikedepankan itulah perlunya sekretariat bersama supaya lebih mudah kordinasinya," Jelas Kadis Pendidikan Takalar Darwis. 

Selain kabupaten Takalar, kabupaten Dumai juga membentuk sekretariat bersama Sekolah ramah anak. 

Penghargaan ini menambah daftar penghargaan yang diraih pemerintah kabupaten Takalar. Sebelumnya MIN 1 Takalar juga meraih penghargaan Sekolah Ramah Anak tingkat nasional.

Komentar