Bahas Ocean Governance, Kemlu RI Selenggarakan Lokakarya LCS | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

Bahas Ocean Governance, Kemlu RI Selenggarakan Lokakarya LCS

Selasa, 11 September 2018 | 22.16 WIB

DHEAN.NEWS MANADO - Kemlu RI dan Pusat Studi Asia Tenggara (Center for South East Asian Studies) kembali menyelenggarakan Lokakarya Penanganan Potensi Konflik di Laut Cina Selatan (LCS) ke-28 di Manado, Sulawesi Utara pada tanggal 9-11 September 2018.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. AM Fachir menyampaikan bahwa kawasan Laut Cina Selatan harus dikelola melalui kerjasama di antara seluruh pihak yang berkepentingan, dan hanya melalui kolaborasi dan dialog-lah stabilitas dan kemakmuran di seluruh kawasan dapat tercapai. Wakil Menteri Luar Negeri RI juga menyampaikan bahwa  kehadiran para peserta pada Lokakarya ini mencerminkan konvergensi dari kepentingan bersama untuk mengelola dinamika di Laut Cina Selatan melalui proyek-proyek konkrit.

Lokakarya diikuti oleh 64 peserta dari Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Republik Rakyat Tiongkok, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Viet Nam, dan Chinese Taipei. Pelaksanaan lokakarya ini merupakan upaya diplomasi one and a half track untuk mendukung upaya perundingan di first track (antar Pemerintah), khususnya untuk membangun rasa saling percaya (confidence building measures). Berbagai negara telah mengakui inisiatif ini sebagai sebuah success story dalam pengelolaan potensi konflik di kawasan dan menjadi inspirasi bagi pengelolaan dinamika kawasan di belahan dunia lainnya.

​Beberapa kerja sama yang diusulkan di dalam Lokakarya antara lain proyek pelatihan di bidang tata kelola laut (ocean governance) dan teknologi informasi di bidang  kelautan, dan proyek penelitian, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) melalui  proyek Geo-Park di kepulauan Natuna.

Salah satu isu yang mengemuka pada lokakarya tahun ini adalah pembahasan mengenai penanganan polusi sampah laut (marine debris), dan  lokakarya telah mengusulkan proyek kerja sama penelitian mengenai hal ini, antara lain terkait dampak microplastic terhadap ekosistem dan biota kelautan dan penyelidikan mengenai distribusi dan sumber dari micropastic.

Komentar