Menu Close Menu

Update Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Capai 60 Juta Penerima, Prabowo Gandeng Polri

Minggu, 15 Februari 2026 | 18.00 WIB

  


JAKARTA - Genderang pembuktian ditabuh Presiden RI Prabowo Subianto. Di tengah riuh rendah skeptisisme publik pada awal masa jabatannya, Prabowo kini membeberkan pencapaian masif dari program andalannya: Makan Bergizi Gratis (MBG).


Tak main-main, per hari ini, negara diklaim telah menyalurkan lebih dari 60 juta porsi makanan padat gizi setiap harinya kepada pelajar, ibu hamil, hingga kelompok lanjut usia (lansia).


Pernyataan menohok ini dilontarkan sang Kepala Negara saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).


"Hari ini kita sudah mencapai, berdasarkan laporan Kepala BGN, 60.200.000 penerima manfaat. Di antaranya ada peran krusial dari Polri," tegas Prabowo di hadapan para pejabat yang hadir.


Untuk memberikan gambaran betapa masifnya operasi logistik ini, Prabowo menggunakan analogi yang cukup membuat telinga para pengkritiknya panas. Jika dikonversikan ke dalam demografi negara tetangga, volume makanan yang disajikan Indonesia setiap pagi bagaikan fenomena yang tak terbayangkan.


"Jumlah ini kira-kira memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan, setiap hari. Atau sama dengan 10 kali lipat penduduk Singapura, setiap hari. Atau dua kali lipat Malaysia, setiap hari," ucap Ketua Umum Partai Gerindra tersebut dengan nada bangga.


Guna menopang operasi raksasa ini, pemerintah tak berjalan sendirian. Sedikitnya 23.000 titik SPPG—yang berfungsi sebagai dapur umum terpusat—telah dibangun dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Polri pun turut diterjunkan sebagai tulang punggung distribusi dan pengamanan rantai pasok.


Gaya khas Prabowo yang lugas dan blak-blakan kembali mencuat. Di penghujung pidatonya, ia melontarkan sentilan tajam kepada pihak-pihak yang sejak awal memandang sebelah mata, bahkan melabeli program MBG sebagai sebuah kegagalan sebelum dimulai.


Prabowo bahkan secara khusus menginstruksikan pengamat politik M. Qodari untuk mengarsipkan jejak digital para pengkritik kerasnya.


"Bagi mereka yang... kita baru mulai satu bulan, dua bulan saja, kita sudah dihina. Sudah diramalkan 'pasti gagal!'. Pak Qodari tolong dikumpulkan video klip yang meramalkan kita pasti gagal, yang mengatakan 'MBG ini penghinaan terhadap bangsa Indonesia'," ujar Prabowo dengan raut wajah serius.


Ia menegaskan, niat utama dari program ini murni untuk menyelamatkan masa depan gizi anak-anak bangsa, bukan sekadar komoditas politik.


"Kita ini mau menyelamatkan anak-anak kita, malah dibilang menghina. Ini harus ada rekam digitalnya. Direkam semua. Insyaallah, target kita mencapai 80 juta sekian penerima. Biar kalau malam saya lihat-lihat, 'apa iya ya saya menghina bangsa Indonesia?'," pungkasnya menutup pidato dengan gaya satir yang khas.

Komentar