Menu Close Menu

Sebanyak 65 Ribu Bibit Sayuran Disalurkan, Pemkab Bojonegoro Dorong Pekarangan Produktif

Selasa, 27 Januari 2026 | 15.00 WIB

  


Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mengambil langkah konkret untuk menekan angka kemiskinan sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program Pelatihan Pekarangan Mekar Ayu yang menyasar 1.800 warga kurang mampu di lima lokasi strategis.


Program ini bertujuan mengoptimalkan lahan pekarangan rumah agar menjadi sumber pangan produktif sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga penerima manfaat.


Sebagai stimulan awal, pemerintah daerah menyiapkan 65.000 bibit sayuran berkualitas yang akan didistribusikan kepada kelompok tani (poktan).


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten BojonegoroZaenal Fanani, menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan teknis.


“Kami akan melaksanakan pelatihan di lima lokasi berbeda. Fokusnya bukan sekadar memberikan bibit, tetapi membekali warga dengan keterampilan budidaya yang berkelanjutan,” ujar Zaenal Fanani, Jumat (23/1/2026).


Setiap kelompok tani akan mendapatkan pendampingan intensif agar seluruh bibit yang dibagikan dapat tumbuh optimal dan memberikan hasil nyata bagi keluarga penerima manfaat.


Program Mekar Ayu dirancang dengan dua sasaran utama. Pertama, ketahanan pangan keluarga, yakni pemenuhan kebutuhan sayuran harian dari pekarangan sendiri sehingga warga tidak sepenuhnya bergantung pada harga pasar. Selain itu, pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi warga kurang mampu, dapat dilakukan dengan lebih mudah dan sehat.


Kedua, peningkatan kesejahteraan, di mana hasil panen yang berlebih dapat dijual atau diolah lebih lanjut untuk memberikan arus kas tambahan bagi rumah tangga.


“Kami ingin memastikan 1.800 warga ini tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki aset hidup di rumah mereka. Pekarangan bukan lagi lahan sisa, melainkan lumbung pangan dan modal ekonomi,” tegasnya.


Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap ketahanan pangan keluarga semakin kuat, sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis rumah tangga yang berkelanjutan.

Komentar