Menu Close Menu

Presiden Ajak Universitas Inggris Dirikan 10 Kampus Baru di Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026 | 09.59 WIB

  


Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.


Ajakan tersebut disampaikan Presiden dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).


Dalam keterangannya kepada awak media usai acara, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Inggris telah memiliki rekam jejak kerja sama yang kuat dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, baik melalui kemitraan akademik maupun pendirian kampus di beberapa daerah.  “Mereka sudah banyak bekerja sama dengan Universitas IndonesiaUniversitas Gadjah Mada, dan sejumlah universitas lainnya. Mereka juga sudah memiliki kampus di Indonesia, di Singosari dan Bandung, terutama di bidang digital dan teknologi yang sangat kita butuhkan,” ujar Presiden Prabowo.


Presiden menegaskan bahwa kerja sama tersebut perlu dipercepat untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam kualitas pendidikan tinggi.  “Kita ingin mempercepat. Kita ingin mengejar. Kita harus memiliki tingkat pendidikan setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” katanya.


Sebelumnya, dalam pengantar pertemuan, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih menghadapi kekurangan tenaga medis yang signifikan, khususnya dokter dan dokter gigi.


Ia mencatat Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan dokter setiap tahun masih terbatas.  “Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahun. Artinya, dibutuhkan waktu yang sangat lama, sementara di sisi lain semakin banyak dokter yang pensiun. Ini adalah persoalan yang harus ditangani dengan perencanaan strategis,” jelas Presiden.


Untuk menjawab tantangan tersebut, Presiden Prabowo merencanakan pembangunan 10 universitas baru yang akan berfokus pada pendidikan kedokterankedokteran gigifarmasi, serta bidang sains dan teknologi.


Universitas-universitas tersebut dirancang menggunakan standar internasional, dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.  “Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” tegas Presiden.


Presiden juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang diterima akan berasal dari lulusan terbaik dan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah. Sebelum perkuliahan dimulai, mahasiswa akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris intensif. Pemerintah Indonesia juga membuka peluang kerja sama dengan British Council, termasuk dalam penerapan standar IELTS.


Selain pengembangan universitas, Presiden Prabowo memaparkan rencana pembangunan rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional sekaligus mengurangi belanja masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri.  “Menurut perhitungan saya, jika kita membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus, kita bisa menghemat sekitar USD6 miliar per tahun, dan dana tersebut dapat dialokasikan kembali untuk pengembangan universitas dan rumah sakit,” ujar Presiden.


Presiden juga menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap dosen dan profesor asing, termasuk melalui skema profesor tamu dari universitas mitra. Ia meyakini kolaborasi ini akan memberikan manfaat timbal balik bagi pengembangan pendidikan dan sistem kesehatan Indonesia.


Presiden Prabowo optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga 10 universitas baru tersebut mulai menerima mahasiswa pada tahun 2028.  “Pada awal 2028, kita bisa memiliki angkatan pertama. Rencananya, universitas-universitas ini akan dibangun dalam satu kawasan terpadu, dengan jaminan kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan kampus, agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” pungkas Presiden.

Komentar