Menu Close Menu

HUT ke-18 BNPB di Agam Tegaskan Komitmen Pemulihan Pascabencana

Rabu, 28 Januari 2026 | 10.56 WIB

  


Agam - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kabupaten Agam digelar secara sederhana di tengah tahapan pemulihan dan rehabilitasi pascabencana hidrometeorologi. Momentum ini dimaknai sebagai penguatan komitmen bersama untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat terdampak.


Kegiatan berlangsung di Posko Utama Penanganan Bencana HidrometeorologiBalairung Rumah Dinas Bupati Agam, Senin (26/1/2026). Acara dipimpin Bupati Agam Benni Warlis, serta dihadiri unsur BNPB, antara lain Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen. Pol. (Purn.) Ary Laksmana WidjajaTenaga Ahli BNPB Eny Supartini, dan personel BNPB yang bertugas di Kabupaten Agam.


Peringatan HUT ke-18 BNPB dilaksanakan melalui doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas di tengah upaya pemulihan pascabencana. Kesederhanaan peringatan ini mencerminkan fokus BNPB dan pemerintah daerah pada percepatan layanan kemanusiaan dan pemulihan kehidupan masyarakat.


Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan apresiasi atas peran dan dedikasi BNPB dalam mendampingi daerah sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan.


“Semoga BNPB semakin profesional, tangguh, dan responsif dalam menjalankan tugas kemanusiaan serta terus menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Terima kasih atas kerja keras dan sinergi yang telah terbangun di Kabupaten Agam,” ujar Benni Warlis.


Sementara itu, Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Ary Laksmana Widjaja menilai Kabupaten Agam memiliki potensi menjadi role model percepatan pemulihan pascabencana, khususnya dalam membangun kolaborasi lintas sektor.


Menurutnya, sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media di Agam telah berjalan efektif dan memberikan dampak nyata dalam proses pemulihan.


“Tidak semua daerah mampu membangun kolaborasi seperti ini. Salah satu kekuatan Agam adalah kearifan lokal yang mampu menyatukan seluruh unsur untuk bergerak bersama mempercepat pemulihan,” ungkap Ary.


Ia menambahkan, kolaborasi yang solid menjadi faktor kunci dalam memastikan program pemulihan tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.


Momentum peringatan HUT ke-18 BNPB ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara BNPB, Pemerintah Kabupaten Agam, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pemulihan dan rehabilitasi pascabencana di Sumatra Barat, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana ke depan.

Komentar