HUT PI di Papua, Imburi : Gereja dan Pemerintah Harus Bersatu Bangun Papua | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

HUT PI di Papua, Imburi : Gereja dan Pemerintah Harus Bersatu Bangun Papua

Rabu, 06 Februari 2019 | 13.10 WIB
DHEAN.NEWS WASIOR – Ibadah syukur perayaan hari ulang tahun Pekabaran Injil (HUT PI) di tanah Papua ke-164 di kota Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Selasa (5/2/2019) berlangsung meriah namun hikmat.

Ibadah raya dipusatkan di taman kota Masasoya Topai Wasior dihadiri ratusan jemaat gereja dari berbagai wilayah.

Bupati Teluk Wondama Bernadus Imburi dalam kesempatan itu menyerukan pentingnya gereja dan pemerintah untuk selalu seiring sejalan dalam pelaksanaan pembangunan di tanah Papua demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Tanah Papua ini harus dibangun dengan kasih. Tanah Papua harus dibangun dengan hikmat Tuhan tetapi juga kasih sebab manusia Papua mengenal terang karena agama, karena gereja. Maka itu gereja harus bersatu bekerja sama dengan pemerintah bangun tanah dan negeri ini “ ucap Imburi sewaktu memberikan sambutan.

Bupati mengatakan, Injil yang pertama kali diberitakan bagi orang asli Papua oleh dua misionaris asal Jerman pada 5 Februari 1855 di Pulau Mansinam yakni Ottow dan Geisler telah membawa pembaharuan hidup dan peradaban bagi orang Papua.

Kuasa Injil telah mengantarkan orang Papua dari kehidupan lama yang penuh kegelapan menuju peradaban baru yang dipenuhi terang dan kebaikan. Oleh karena itu, kata Bupati, sudah sepantasnya orang Papua terutama umat Kristen selalu bersyukur dan berterima kasih atas berkat Injil yang bersumber dari Tuhan Sang Pencipta Semesta.
Salah satu bentuk syukur itu adalah dengan rajin beribadah setiap hari termasuk beribadah di gereja pada setiap hari Minggu.

“Gereja harus penuh setiap hari, jangan hanya hari raya seperti ini, tapi gereja harus penuh untuk kita terus memupuk kebersamaan dan iman akan Yesus Kristus,” kata Imburi.

Ibadah Hari Masuknya Injil ke-164 tahun diisi dengan penampilan fragmen yang mengisahkan tentang peralihan kehidupan manusia Papua dari zaman yang penuh kegelapan dan kuasa roh jahat menuju peradaban baru yang penuh hikmat dan suka cita dengan adanya pemberitaan Injil. (Nday)

Komentar