MAKASSAR — Magnet politik CEO Bumi Pundi Karsa, Haji Badris Salam (HBS), menjelang perhelatan Musda DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan sukses membuat publik terhenyak. Lingkaran elitenya kini bukan lagi sekadar relasi bisnis, melainkan persahabatan tingkat tinggi.
Belum redup dari ingatan publik bagaimana lengketnya chemistry
Badris Salam dengan Founder Bosowa Group, H. Aksa Mahmud.
Keduanya terekam meloncat kegirangan bersama bak sahabat karib tanpa jarak saat
merayakan gol PSM Makassar di Hotel Aryaduta.
Kedekatan emosional yang sangat tulus dan intim dengan
konglomerat sekelas Aksa Mahmud itu rupanya menjadi katalisator luar biasa.
Membawa momentum emas tersebut, Badris terus bergerak cepat mengunci
simpul-simpul kekuasaan di Sulawesi Selatan.
Hanya dalam hitungan jam setelah pamer keakraban dengan Aksa
Mahmud, Badris melangkah mantap menyambangi kediaman pribadi raksasa politik
dan bisnis lainnya: Andi Iwan Aras (AIA), pada Sabtu (19/9/2026).
Sowan ke AIA, Hitung Peta Suara di Atas Kertas
Pertemuan antara Badris dan tokoh nasional yang baru saja
kembali didapuk sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi
Selatan periode 2026–2031 itu berlangsung intens dan sarat makna.
Badris, dengan adab ketimurannya, sowan untuk meminta
masukan, wejangan, serta doa restu menatap kursi "01" REI Sulsel.
"Tadi sebelum ke rumah beliau, saya berkomunikasi dulu
via WhatsApp. Beliau langsung merespons hangat dan meminta kami datang ke
rumahnya. Beliau ini tokoh nasional yang luar biasa, dan alhamdulillah, beliau
menyampaikan dukungan penuh ke kami," ungkap Badris Salam sumringah.
Di meja ruang tamu AIA, pembicaraan tidak sekadar basa-basi.
Layaknya dua ahli strategi, AIA dan Badris membedah peta kekuatan. Mereka
memetakan secara detail jumlah pendukung solid yang telah merapatkan barisan di
belakang HBS menjelang hari H pencoblosan Musda REI.
Pesan Tegas AIA: Ada yang Ganggu, Lapor!
Jika Aksa Mahmud memberikan sentuhan pengayoman kebapakan
dan kedekatan tanpa batas, maka Andi Iwan Aras hadir memberikan garansi
"keamanan politik" bagi Badris.
Dalam pertemuan tertutup tersebut, AIA tak hanya memberikan
restu secara lisan. Ia secara terbuka berpesan dan mewanti-wanti Badris agar
tidak ragu melapor kepadanya jika di tengah jalan menemui kendala, atau ada
pihak-pihak nakal yang mencoba mengganggu kelancaran proses Musda maupun
langkah pencalonannya.
Pesan "kalau ada yang ganggu, lapor!" dari
seorang AIA adalah bentuk backup total yang membuat posisi Badris Salam
kini nyaris tak tersentuh.
Kolaborasi antara hangatnya restu dan kedekatan emosional
Aksa Mahmud di satu sisi, serta perisai politik dari Andi Iwan Aras di sisi
lain, menempatkan Haji Badris Salam bukan lagi sekadar calon ketua biasa. Ia
kini adalah representasi dari bertemunya kehendak para raksasa Sulawesi
Selatan.








Komentar