Menu Close Menu

Lingkaran Intim Para Raksasa: HBS Kini Di-Backup Penuh AIA

Minggu, 20 September 2026 | 09.08 WIB

 

MAKASSAR — Magnet politik CEO Bumi Pundi Karsa, Haji Badris Salam (HBS), menjelang perhelatan Musda DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan sukses membuat publik terhenyak. Lingkaran elitenya kini bukan lagi sekadar relasi bisnis, melainkan persahabatan tingkat tinggi.

Belum redup dari ingatan publik bagaimana lengketnya chemistry Badris Salam dengan Founder Bosowa Group, H. Aksa Mahmud. Keduanya terekam meloncat kegirangan bersama bak sahabat karib tanpa jarak saat merayakan gol PSM Makassar di Hotel Aryaduta.

Kedekatan emosional yang sangat tulus dan intim dengan konglomerat sekelas Aksa Mahmud itu rupanya menjadi katalisator luar biasa. Membawa momentum emas tersebut, Badris terus bergerak cepat mengunci simpul-simpul kekuasaan di Sulawesi Selatan.

Hanya dalam hitungan jam setelah pamer keakraban dengan Aksa Mahmud, Badris melangkah mantap menyambangi kediaman pribadi raksasa politik dan bisnis lainnya: Andi Iwan Aras (AIA), pada Sabtu (19/9/2026).

Sowan ke AIA, Hitung Peta Suara di Atas Kertas

Pertemuan antara Badris dan tokoh nasional yang baru saja kembali didapuk sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Selatan periode 2026–2031 itu berlangsung intens dan sarat makna.

Badris, dengan adab ketimurannya, sowan untuk meminta masukan, wejangan, serta doa restu menatap kursi "01" REI Sulsel.

"Tadi sebelum ke rumah beliau, saya berkomunikasi dulu via WhatsApp. Beliau langsung merespons hangat dan meminta kami datang ke rumahnya. Beliau ini tokoh nasional yang luar biasa, dan alhamdulillah, beliau menyampaikan dukungan penuh ke kami," ungkap Badris Salam sumringah.

Di meja ruang tamu AIA, pembicaraan tidak sekadar basa-basi. Layaknya dua ahli strategi, AIA dan Badris membedah peta kekuatan. Mereka memetakan secara detail jumlah pendukung solid yang telah merapatkan barisan di belakang HBS menjelang hari H pencoblosan Musda REI.

Pesan Tegas AIA: Ada yang Ganggu, Lapor!

Jika Aksa Mahmud memberikan sentuhan pengayoman kebapakan dan kedekatan tanpa batas, maka Andi Iwan Aras hadir memberikan garansi "keamanan politik" bagi Badris.

Dalam pertemuan tertutup tersebut, AIA tak hanya memberikan restu secara lisan. Ia secara terbuka berpesan dan mewanti-wanti Badris agar tidak ragu melapor kepadanya jika di tengah jalan menemui kendala, atau ada pihak-pihak nakal yang mencoba mengganggu kelancaran proses Musda maupun langkah pencalonannya.

Pesan "kalau ada yang ganggu, lapor!" dari seorang AIA adalah bentuk backup total yang membuat posisi Badris Salam kini nyaris tak tersentuh.

Kolaborasi antara hangatnya restu dan kedekatan emosional Aksa Mahmud di satu sisi, serta perisai politik dari Andi Iwan Aras di sisi lain, menempatkan Haji Badris Salam bukan lagi sekadar calon ketua biasa. Ia kini adalah representasi dari bertemunya kehendak para raksasa Sulawesi Selatan.

 


Komentar