Sleman - Kementerian Pertanian (Kementan) tancap gas mentransformasi sektor agraris nasional lewat penerapan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS). Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini resmi didapuk sebagai wilayah percontohan (demonstration area) budidaya padi berbasis teknologi presisi.
Manuver strategis ini digulirkan melalui Gerakan Tanam Padi di lahan seluas dua hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Dadi Rukun, Kalurahan Margodadi, Rabu (9/9). Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan PM-AAS merupakan jalan pintas menuju efisiensi sarana produksi yang berujung langsung pada lonjakan hasil panen dan penebalan kantong petani.
Plt. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Gunawan, menginstruksikan agar lahan percontohan ini dikelola secara ketat dengan standar smart farming. Lahan di Seyegan diplot sebagai laboratorium lapangan terbuka tempat para penyuluh dan petani bertukar ilmu.
Guna menyokong eksekusi pertanian modern ini, Kementan menggelontorkan paket sarana produksi (saprodi) komplit kepada Poktan Dadi Rukun, yang meliputi:
Benih Unggul: 140 kilogram benih padi varietas Inpari 32.
Nutrisi Tanaman: 4 ton pupuk organik, 300 kilogram pupuk NPK, dan 150 kilogram urea.
Suplemen & Proteksi: 4 liter silika, serta paket herbisida pra-tumbuh dan pasca-tumbuh.
Direktur Perbenihan Kementan, Retno Widowati, mewanti-wanti bahwa nyawa dari PM-AAS bertumpu pada jaminan mutu benih di tingkat hulu. Penggunaan varietas Inpari 32 dipastikan mendapat pengawalan ketat agar daya tumbuh dan produktivitasnya menembus batas maksimal. Pola tanam presisi ini juga wajib dipadukan dengan manajemen logistik yang tepat waktu.
Kehadiran percontohan PM-AAS di Seyegan ini turut disaksikan langsung oleh Bupati Sleman beserta jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari 17 kapanewon se-Sleman. Poktan Dadi Rukun kini membuka pintu selebar-lebarnya bagi kelompok tani dari luar daerah untuk mereplikasi kesuksesan serupa, menjadikan Seyegan sebagai kiblat baru tata kelola agribisnis modern di Indonesia.








Komentar