JAKARTA — Menakhodai DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan bukanlah tugas bagi figur yang hanya bermodal kapital. Butuh nyali, keluwesan diplomasi, dan empati sosial untuk memimpin ratusan pengembang yang saban hari bergelut dengan ruwetnya perizinan dan ketatnya suku bunga.
Realitas inilah yang dibedah tuntas oleh tokoh senior properti H. Saldy Mansyur saat menerima kunjungan silaturahmi bakal calon Ketua REI Sulsel, H. Badris Salam, di kawasan elite Senayan, Jakarta.
Mantan Ketua REI Sulsel dua periode sekaligus eks Wakil Bupati Luwu Timur ini menjadikan pertemuan tersebut sebagai ajang "uji kelayakan" tak tertulis. Saldy memaparkan lima syarat mutlak yang harus dimiliki seorang bos REI Sulsel: solid menjaga internal, peduli pada kesulitan anggota, mampu menjadi tameng pelindung (pengayom), memiliki rekam jejak bersih (keteladanan), serta lihai bermanuver dengan bank dan Pemda (integritas eksternal).
Pengusaha Pejuang yang Lulus Ujian
Setelah menakar profil kandidat, Saldy menjatuhkan vonisnya. Ia menilai H. Badris Salam bukanlah tipikal pengusaha menara gading. Sang CEO Bumi Pundi Karsa adalah prototipe 'pengusaha pejuang' yang tahu persis rasa pahit manisnya membangun industri perumahan dari nol hingga menembus konstelasi elite.
Pengalaman puluhan tahun Badris menjaga harmoni bisnis dengan perbankan dan pemerintah daerah dinilai Saldy sebagai aset paling berharga untuk memajukan REI Sulsel ke depan.
"Ketua REI itu harus punya keteladanan, menunjukkan integritas, dan menjadi figur pelindung bagi para pengembang," papar Saldy Mansyur dengan nada kebapakan.
Melihat seluruh kapasitas tersebut telah tersemat kuat pada profil tamunya, Saldy pun tak ragu memberikan restu politiknya. "Semua kriteria ketua itu ada pada diri Haji Badris. Jadi, saya siap mendukung beliau," tegasnya menggaransi langkah HBS di arena Musda mendatang.
%20-%20Copy.jpeg)







Komentar