Menu Close Menu

Gempur Karhutla Riau, 33 Ton Garam Sudah Ditebar ke Langit untuk Bikin Hujan Buatan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 08.00 WIB

  

PEKANBARU — Langit Provinsi Riau kembali digempur dengan hujan buatan demi meredam amukan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kabut asap yang masih mengepung sejumlah wilayah. Tak main-main, hingga saat ini, total 33 ton garam atau natrium klorida (NaCl) telah ditebar ke awan Riau.


Tiga Ton Garam Ditebar dalam Sehari


Tim Satuan Tugas (Satgas) Udara kembali menggeber Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Rabu (26/8/2026). Dalam sehari, mereka mengangkut dan menyemai tiga ton garam ke gumpalan awan potensial melalui tiga kali penerbangan.


Kepala Bidang Kedaruratan BPBD dan Pemadam Kebakaran Riau, Jim Gafur, memastikan penyemaian garam ini adalah langkah taktis untuk memancing hujan turun di titik-titik rawan api.


"OMC hari ini dilaksanakan dalam tiga sortie (penerbangan) penyemaian," tegas Jim Gafur di Pekanbaru.


Fokus Titik Penyemaian Awan


Operasi penebaran garam ini tidak dilakukan secara acak, melainkan terukur menyasar wilayah yang terdampak karhutla paling parah. Berikut rincian rute sortie Satgas Udara pada Rabu (26/8/2026):

Penerbangan Pertama: Menggempur awan di wilayah Kabupaten Siak dan Bengkalis.

Penerbangan Kedua: Menyasar langit Kota Pekanbaru, Siak, dan Kampar.

Penerbangan Ketiga: Difokuskan pada langit Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir.


Senjata Utama Jinakkan Kabut Asap


Dalam operasi pengeboman awan ini, material NaCl disuntikkan langsung ke dalam awan yang secara visual maupun teknis memenuhi syarat pembentukan hujan (rain-bearing clouds).


Jim Gafur menyebut, strategi modifikasi cuaca menjadi salah satu amunisi andalan pemerintah dalam menanggulangi karhutla yang terus memproduksi kabut asap di Bumi Lancang Kuning.


"OMC ini merupakan salah satu upaya untuk membantu penanganan karhutla, terutama dengan mendorong turunnya hujan di wilayah-wilayah yang menjadi sasaran penyemaian," pungkasnya.


Penambahan tiga ton NaCl pada operasi hari Rabu tersebut resmi menggenapkan total material garam yang telah digunakan Satgas Udara dalam meredam karhutla di Riau menjadi 33 ton.

Komentar