Menu Close Menu

Dramatis! Tenda Roboh Dihantam Gempa Susulan Manggarai Timur M 5,8, Tim Medis Polri Berjibaku Selamatkan Pengungsi

Selasa, 25 Agustus 2026 | 18.00 WIB


 MANGGARAI TIMUR — Jerit kepanikan seketika pecah saat gempa susulan (aftershock) berkekuatan magnitudo 5,8 kembali mengoyak wilayah Satar Reo, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026) pukul 09.47 WIB. Guncangan keras itu merobohkan sejumlah fasilitas di posko pengungsian, memicu ketakutan luar biasa di tengah warga yang masih trauma.


Di tengah situasi yang karut-marut tersebut, kehadiran negara diuji. Tim Medis Taktis Bidkesjas Korbrimob Polri di bawah komando Iptu dr. David Yohan langsung bergerak sigap menembus kekacauan darurat untuk menyelamatkan warga yang terluka.


Detik-Detik Kritis Evakuasi Nyawa


Menghadapi fasilitas medis yang porak-poranda akibat lindu susulan tak menyurutkan langkah tim. Puncak ketegangan terjadi pada sore hari, sekitar pukul 16.30 WITA, ketika tim medis menerima pasien kritis bernama Adrianus Aji (54).


Pria paruh baya itu dilaporkan terjatuh saat guncangan dahsyat terjadi. Saat dievakuasi ke pangkuan tim medis, kondisinya sudah sangat memprihatinkan: tidak sadarkan diri dan mengalami henti napas.


"Tim Medis Taktis bergerak cepat memberikan pertolongan maksimal. Upaya penyelamatan dilakukan seketika terhadap korban yang kritis, meskipun dengan segala keterbatasan sarana dan situasi darurat di lapangan," terang Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta, Jumat (21/8/2026).


Menolak menyerah pada keterbatasan, Iptu dr. David Yohan bersama timnya langsung melakukan serangkaian tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau CPR. Berpacu dengan waktu, dada korban ditekan berulang kali demi mengembalikan detak jantungnya.

Namun, takdir berkehendak lain. Setelah segala daya upaya medis dikerahkan secara maksimal, Adrianus Aji mengembuskan napas terakhirnya. Penelusuran rekam medis mengungkap bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit jantung akut yang diduga memburuk akibat syok saat gempa terjadi.


Terus Bergerak Rawat Korban Lainnya


Duka atas berpulangnya Adrianus tak lantas menghentikan operasi kemanusiaan di Satar Reo. Setelah memastikan jenazah korban ditangani dengan layak, Iptu dr. David Yohan dan pasukan medisnya kembali menyisir posko lapangan.


Mereka dengan telaten mengobati dan membalut luka para pengungsi lain yang tertimpa material bangunan maupun tenda pengungsian yang ambruk.


Kehadiran Korbrimob Polri di lokasi bencana ini menjadi bukti nyata respons kilat aparat dalam mengayomi masyarakat di titik nadir. Polri memastikan seluruh personelnya di NTT bersiaga penuh 24 jam, mengawal keselamatan dan kesehatan para penyintas dari bayang-bayang lindu susulan berikutnya.

Komentar