Menu Close Menu

Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa di Sumenep

Selasa, 19 Mei 2026 | 10.00 WIB

 


 Sumenep – Pemerintah terus memperkuat ekonomi berbasis desa melalui operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diarahkan menjadi pusat penggerak usaha masyarakat, distribusi pangan, hingga penciptaan lapangan kerja di daerah.


Di Kabupaten Sumenep, peluncuran operasionalisasi KDKMP diikuti secara virtual dari Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten, Sabtu (16/5/2026), bersama Presiden RI, Prabowo Subianto.


Kegiatan tersebut dihadiri Kasdim 0827/Sumenep Mayor Cpl Suwandi mewakili Dandim 0827/Sumenep, bersama unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, pendamping koperasi, hingga masyarakat setempat.


Peluncuran KDKMP menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui pengembangan koperasi yang terintegrasi dengan sektor pangan dan usaha masyarakat.


Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo meresmikan operasionalisasi 1.061 titik KDKMP yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sebanyak 530 unit berada di tujuh kabupaten di Jawa Timur, sedangkan 531 unit lainnya tersebar di delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah.


Peresmian dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan diikuti secara daring oleh berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sumenep.


Mayor Cpl Suwandi mengatakan program Koperasi Desa Merah Putih menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.


“Koperasi Desa Merah Putih menjadi langkah strategis pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Kehadiran koperasi ini diharapkan memperkuat sektor usaha desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.


Menurutnya, keberadaan koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat distribusi hasil produksi masyarakat desa agar lebih tertata dan memiliki nilai tambah ekonomi.


Ia menambahkan, program tersebut juga berpotensi membuka lapangan kerja baru di desa karena setiap unit KDKMP melibatkan tenaga kerja lokal dalam operasionalnya.


“Program ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi desa, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Dengan pengelolaan yang baik, koperasi dapat menjadi motor pembangunan desa berbasis potensi lokal,” katanya.


Setiap unit KDKMP diketahui mempekerjakan sekitar 17 tenaga kerja yang seluruhnya berasal dari desa setempat. Skema itu diharapkan mampu memperkuat perputaran ekonomi desa sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pusat-pusat ekonomi di perkotaan.


Selain mendukung penguatan usaha masyarakat, program KDKMP juga diarahkan untuk menopang visi swasembada pangan nasional melalui penguatan produksi, distribusi, hingga hilirisasi produk pertanian dan pangan lokal.


Launching KDKMP di Desa Beluk Raja turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Sumenep, Kepala Dinas PMD Sumenep, Pgs Pasiter Kodim 0827/Sumenep Kapten Inf Agung Muhaimin, Kepala Desa Beluk Raja, Ketua KDKMP Beluk Raja, serta jajaran Forkopimcam Ambunten.

Komentar