Menu Close Menu

Desakan Mundur Menguat, Andi Iwan Aras Dinilai Gagal Gerakkan Kadin Sulsel

Kamis, 30 April 2026 | 11.00 WIB


 MAKASSAR – Bara ketidakpuasan kembali menyelimuti tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Selatan. Kepengurusan periode 2020-2025 di bawah komando Andi Iwan Aras (AIA) kini dihujani kritik tajam. Alih-alih menjadi lokomotif ekonomi daerah, organisasi pengusaha pimpinan politikus Senayan tersebut justru dinilai lumpuh dan "mati suri" selama lima tahun terakhir.


Kritik memuncak tatkala beredar kabar adanya restu perpanjangan masa jabatan dari Kadin Pusat untuk AIA. Langkah ini memantik reaksi keras dari internal pengurus daerah yang merasa Kadin Sulsel jalan di tempat tanpa program kerja yang jelas.


Sentil Kadin Pusat: Jangan Tutup Mata pada Rekam Jejak

Anggota Kadin Sulsel, Syamsul Bahri Majjaga, secara terbuka menyesalkan sikap Kadin Pusat. Pria yang akrab disapa Zul Majjaga ini menilai penerbitan surat perpanjangan masa jabatan bagi AIA adalah bukti nyata bahwa elite pusat rabun terhadap realitas di daerah.


"Seharusnya tidak boleh ada itu surat perpanjangan masa jabatan. Fakta di lapangan, kepengurusan AIA murni tidak jalan. Lantas, apanya lagi yang harus dipertahankan dari kepemimpinan yang stagnan?" kelekar Zul Majjaga saat dihubungi, Rabu (29/4/2026).


Menurutnya, Kadin Pusat seharusnya melakukan audit kinerja dan melihat rekam jejak secara objektif sebelum mengambil keputusan strategis. Evaluasi satu periode penuh mutlak diperlukan untuk mengukur apakah roda organisasi benar-benar berputar atau hanya sekadar papan nama.


Tersandera Jabatan Politik: Diminta Legawa Mundur


Lebih jauh, Zul menyoroti urgensi kehadiran Kadin di tengah iklim bisnis yang penuh tantangan. Pelaku usaha di Sulawesi Selatan, mulai dari kelas kakap hingga akar rumput (UMKM), sangat membutuhkan support system yang kuat untuk menggerakkan roda perekonomian pascapandemi dan dinamika global.


Namun, harapan itu dirasa pupus melihat figur ketua yang dianggap tidak fokus.


"Kadin ini seharusnya bisa jadi motor pelaku usaha untuk berkembang di Sulsel. Tapi kayaknya itu hanya mimpi di siang bolong, karena ketua yang sekarang hanya sibuk urus kerjanya di DPR RI," tegasnya dengan nada kecewa.


Sebagai solusi konkret untuk menyelamatkan marwah organisasi, Zul mendesak agar ada pergantian tongkat estafet kepemimpinan kepada figur yang lebih kompeten dan memiliki waktu penuh.


"Jika memang sudah tidak mampu dan tidak punya waktu, ya lepaskan saja. Kasihkan mandat itu kepada figur yang benar-benar siap mengambil alih dan siap memeras keringat untuk menjalankan roda organisasi dengan baik demi ekonomi Sulsel," tutup Zul Majjaga memberikan ultimatum.

Komentar