Menu Close Menu

Universitas Indonesia Perluas Jejaring Global, Jalin MoU dengan HKMU

Jumat, 27 Maret 2026 | 14.00 WIB

 

Depok – Universitas Indonesia (UI) memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Hong Kong Metropolitan University (HKMU). Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan kualitas pendidikan tinggi nasional berbasis kolaborasi global.


Penandatanganan MoU berlangsung pada Senin (23/3/2026) di kampus HKMU, Hong Kong. UI tercatat sebagai universitas pertama dari Indonesia yang menjalin kerja sama resmi dengan HKMU, menandai pembukaan jalur kolaborasi baru di kawasan Asia Timur.


Rektor UI, Heri Hermansyah, menegaskan kerja sama ini tidak sekadar simbolik, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap tantangan global. “Kolaborasi ini menjadi peluang untuk memperkuat kualitas pendidikan dan riset yang berdampak, sekaligus mendorong inovasi lintas negara,” ujar Heri, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Kamis (26/3/2026).


Kerja sama UI–HKMU mencakup pengembangan pendidikan, penelitian, hingga mobilitas akademik. Pada 2026, dua profesor HKMU dijadwalkan memberikan kuliah tamu di UI, sementara sekitar 20 mahasiswa HKMU akan mengikuti program short course di UI pada Juni–Juli 2026.


Lebih jauh, kedua institusi juga tengah menyiapkan program strategis seperti pertukaran mahasiswa (student exchange) dan double degree pada jenjang magister, khususnya di bidang Ilmu Administrasi. Kolaborasi riset akan difokuskan melalui Fakultas Ilmu Administrasi UI sebagai pusat pengembangan kajian kebijakan publik dan tata kelola.


Presiden HKMU, Paul Lam, menyambut positif kemitraan ini dan menilai UI sebagai mitra strategis di Indonesia. Ia menekankan bahwa kolaborasi tersebut akan membuka peluang luas bagi pertukaran pengetahuan dan pengembangan program akademik inovatif. “Kerja sama ini akan memperkuat mobilitas akademik dan menghasilkan kolaborasi riset yang relevan dengan kebutuhan global,” kata Paul Lam.


Kunjungan ini turut dihadiri jajaran pimpinan kedua universitas, termasuk Wakil Rektor UI bidang riset dan inovasi, dekan fakultas, serta pengelola program internasionalisasi pendidikan.


Melalui kemitraan ini, UI menegaskan arah kebijakan internasionalisasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada reputasi global, tetapi juga pada peningkatan kualitas lulusan, penguatan riset kolaboratif, dan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.

 

Komentar