Menu Close Menu

Mendagri Ingatkan Akurasi Data Korban Bencana Sumatra untuk Percepat Bantuan

Minggu, 29 Maret 2026 | 08.00 WIB

 


 Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau, seluruh pemerintah daerah untuk menyediakan data korban bencana secara rinci berbasis nama dan alamat (by name by address) guna mempercepat penyaluran bantuan serta memastikan ketepatan sasaran.


Hal tersebut disampaikan menyusul percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di tiga provinsi Sumatra, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, akhir November 2025.  "Kita apresiasi Bupati yang sangat cepat memberikan data, sehingga bantuan segera tersampaikan," ujar Tito Karnavian didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait dan Wakil Gubernur Sumatra Utara Surya, usai penyerahan kunci 120 unit hunian tetap (huntap) untuk korban bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Jumat (27/3/2026).


Tito yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, menegaskan,  verifikasi data berbasis nama dan alamat merupakan pekerjaan yang tidak ringan, terutama pascabencana.


Menurutnya, kecepatan dalam penyediaan data menjadi kunci utama agar bantuan pemerintah pusat dapat segera dirasakan masyarakat.  "Ini kerja yang tidak ringan. Saya meminta daerah lain juga mencontoh kecepatan ini agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan cepat diterima rakyat," tegas Mendagri Tito.


Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi terhadap kualitas pembangunan hunian tetap maupun hunian sementara bagi korban bencana.


Ia menyoroti kolaborasi yang terjadi di lapangan, termasuk peran Yayasan Buddha Tzu Chi yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga melengkapinya dengan berbagai fasilitas penunjang.  "Ini kolaborasi luar biasa. Tanahnya dari PTPN (PT Perkebunan Nusantara), listrik dari PLN, rumahnya dari Buddha Tzu Chi," kata Maruarar.


Wakil Gubernur Sumatra Utara, Surya, menyatakan bahwa pembangunan 120 unit hunian tetap di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kepedulian negara.


Untuk itu, ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung penuh kebijakan pusat dalam percepatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di sektor perumahan.  "Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian tempat tinggal yang layak dan aman," kata Surya.


Secara keseluruhan, sebanyak 227 unit hunian tetap direncanakan dibangun di kawasan tersebut. Dengan rincian 120 unit yang telah selesai dan diserahkan, 107 unit sisanya masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan rampung pada 20 April 2026.


Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan terima kasih atas monitoring dari pemerintah pusat. Ia mengungkapkan bahwa dukungan tersebut memotivasi pemerintah daerah untuk bekerja cepat dalam verifikasi data penerima manfaat.  "Dukungan pusat memotivasi kami untuk bekerja cepat dalam verifikasi data penerima, sehingga masyarakat bisa segera menempati hunian yang nyaman," ungkapnya.

Komentar