Jakarta - Konektivitas udara di kawasan Sulawesi Tenggara terus diperkuat seiring dibukanya rute penerbangan baru yang menghubungkan Pulau Muna dengan Makassar.
Bandar Udara Sugimanuru di Kabupaten Muna Barat resmi melayani penerbangan perdana rute Ujung Pandang (Makassar)–Muna Barat pergi pulang.
Rute ini dilayani maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ534 untuk rute UPG–RAQ dan SJ535 untuk RAQ–UPG.
Penerbangan dijadwalkan beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sriwijaya Air mengoperasikan pesawat Boeing 737-500 dengan kapasitas 130 kursi pada rute tersebut.
Kehadiran penerbangan langsung ini memangkas waktu tempuh masyarakat Pulau Muna yang sebelumnya harus mengandalkan perjalanan darat dan laut menuju bandara lain.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar, Capt. Mauludin, dalam siaran persnya yang diterima InfoPublik, Sabtu (17/1/2026), menyebut rute ini memberikan efisiensi signifikan dari sisi waktu dan biaya perjalanan. “Rute ini menghubungkan langsung Pulau Muna dengan Makassar tanpa harus melalui jalur darat dan laut yang panjang,” ujarnya.
Bandar Udara Sugimanuru sendiri memiliki landas pacu sepanjang 1.600 x 30 meter yang mampu didarati pesawat sekelas Boeing 737-500.
Dengan luas terminal penumpang mencapai 1.800 meter persegi, bandara ini memiliki kapasitas pelayanan hingga 42.432 penumpang per tahun.
Pada penerbangan perdana, sejumlah pemangku kepentingan turut berada dalam manifest penumpang, termasuk manajemen maskapai dan otoritas kebandarudaraan.
Dari sisi daerah, pembukaan rute ini dipandang sebagai pintu masuk baru bagi pergerakan ekonomi lokal. Akses udara yang lebih cepat memungkinkan pelaku usaha menjangkau pasar di kota besar secara lebih efisien.
Produk unggulan daerah, mulai dari hasil laut, kerajinan, hingga produk UMKM, memiliki peluang distribusi yang lebih luas.
Kepala Kantor UPBU Sugimanuru, M. Khusnudin, berharap kehadiran rute ini tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. “Kami berharap aktivitas penerbangan ini berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Selain sektor perdagangan, potensi investasi di wilayah Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah juga dinilai akan semakin terbuka. Kemudahan akses menjadi faktor penting bagi investor untuk menjajaki peluang usaha di kawasan kepulauan.
Dari sisi pariwisata, rute ini mempermudah wisatawan yang ingin menjelajahi Pulau Muna. Wilayah ini dikenal memiliki gugusan pulau kecil dengan pasir putih dan laut yang masih alami.
Beberapa destinasi wisata seperti Pulau Rangku, Pulau Gala Kecil, dan Pulau Indo menjadi daya tarik utama wisata bahari.
Peningkatan akses udara diharapkan mendorong pertumbuhan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan ekonomi lokal berbasis jasa.
Pemerintah menilai penguatan konektivitas udara di daerah menjadi bagian penting dari upaya pemerataan pembangunan. Bandar Udara Sugimanuru diproyeksikan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan transportasi masyarakat.
Ke depan, otoritas bandara berharap frekuensi penerbangan dapat terus bertambah dan melayani rute-rute baru lainnya.
Pengembangan jaringan penerbangan ini diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan sekaligus memperkuat keterhubungan antarwilayah di Indonesia Timur.








Komentar