Menu Close Menu

Koperasi Merah Putih Desa Keteleng Diharapkan Tingkatkan Ekonomi dan Kemandirian Desa

Selasa, 06 Mei 2025 | 18.46 WIB


Batang — Dalam upaya meningkatkan ekonomi desa dan mendorong kemandirian pangan, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria, melakukan kunjungan kerja ke Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Selasa (6/5/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk meresmikan pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Keteleng, sebuah inisiatif yang merupakan bagian dari program nasional yang direncanakan akan diluncurkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 12 Juli 2025.


Wamendes Ahmad Riza Patria menjelaskan bahwa program Koperasi Merah Putih ini adalah bagian dari upaya besar pemerintah untuk mendukung swasembada pangan dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat desa. “Program Koperasi Merah Putih ini digagas oleh Presiden Prabowo untuk memastikan ketersediaan bahan pokok seperti beras, sayuran, dan ikan dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat. Kami berharap ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong perekonomian desa,” jelas Ahmad Riza.


Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan merupakan program strategis pemerintah untuk menciptakan pusat ekonomi yang berkelanjutan dengan layanan yang meliputi sembako murah, simpan pinjam, klinik desa, apotek, cold storage untuk hasil pertanian dan perikanan, serta distribusi logistik. Dalam hal ini, Koperasi Desa Keteleng menjadi yang pertama di Kabupaten Batang, yang memiliki 248 desa dan kelurahan.


“Luas lahan koperasi ini mencapai sekitar 400 meter persegi, dengan rencana pembangunan enam hingga tujuh gerai. Gerai ini akan difungsikan sebagai kantor koperasi, kantor simpan pinjam, dan gudang bersuhu dingin yang akan menampung hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan agar tidak cepat rusak,” tambah Ahmad Riza.


Skema pembiayaan untuk program ini mencakup anggaran sekitar Rp2-5 miliar per desa, yang akan digunakan untuk membangun infrastruktur koperasi yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara menyeluruh. Dengan adanya koperasi ini, diharapkan dapat menciptakan pusat layanan ekonomi yang memfasilitasi berbagai kebutuhan warga, seperti pemenuhan bahan pokok dengan harga terjangkau dan pemberdayaan usaha kecil.


Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, juga memberikan apresiasi terhadap pembentukan koperasi ini. Ia menilai bahwa koperasi ini lebih dari sekedar formalitas organisasi. “Pembentukan koperasi tingkat desa di Desa Keteleng ini bukan hanya simbol kebersamaan, namun juga sebuah instrumen strategis dalam memberdayakan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dan menumbuhkan kemandirian desa,” ungkap Faiz.


Ia menambahkan bahwa koperasi ini memiliki prinsip-prinsip luhur seperti kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong-royong yang dapat menjadi pendorong utama untuk pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di desa. “Dengan pengelolaan yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman, kami yakin koperasi ini akan mampu bersaing dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh anggota,” tegas Faiz.


Koperasi Merah Putih di Desa Keteleng diharapkan tidak hanya menjadi wadah untuk kegiatan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Faiz optimis bahwa dengan prinsip-prinsip koperasi yang adil dan transparan, koperasi ini akan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan mempercepat pembangunan desa.


Ke depan, program Koperasi Merah Putih akan menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia dalam memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan kemandirian yang lebih besar.

Komentar