Menu Close Menu

Kikis Kesenjangan Keahlian SDM melalui Beragam Pelatihan Daring untuk Percepatan Transformasi Digital

Selasa, 06 Oktober 2020 | 13.48 WIB



DHEAN.NEWS JAKARTA - Pemerintah menyiapkan sumberdaya manusia yang memiliki kecakapan abad 21 dan mampu berpikir maju memanfaatkan teknologi untuk mempercepat transformasi digital serta memasuki era industri digital.


Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti menyatakan akselerasi transformasi digital membutuhkan sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo berupaya mengembangkan pelatihan untuk mengikis kesenjangan keahlian digital sumberdaya manusia di Indonesia.


“Dalam industri digital ini tidak hanya membutuhkan kemampuan hard skills saja tetapi juga butuh dilengkapi dengan soft-skill, atau sering disebut sebagai 21st Century Skills,” jelasnya saat membuka Gelar Wicara Virtual Ngorbit, Ngobrol Digital Bareng Digital Talent Scholarship2020 dari Aula Anantakupa, Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (06/10/2020).


Mewakili Menteri Kominfo Johnny G. Plate, Sekjen Niken menyatakan keahilan digital di Abad 21 mencakup empat kompetensi yang dibutuhkan untuk percepatan transformasi digital di Indonesia.


“Saya pun menyebutnya sebagai 4C, yaitu Critical Thinking, Creativity, Collaboration, serta Communication. Kombinasi dari kecakapan-kecakapan inilah yang paling dibutuhkan untuk akselerasi transformasi digital menuju digital society diIndonesia,” tandasnya.


Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo mengenai Percepatan Transformasi Digital, Sekjen Kementerian Kominfo menyatakan saat ini terus mengembangkan roadmap transformasi digital.


Menurutnya, Kementerian Kominfo mengembangkan tiga pendekatan untuk pengembangan sumberdaya manusia digital di Indonesia. Di level menengah, melalui Program Digital Talent Scholarship, Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo mengadakan pelatihan gratis untuk membekali anak muda  dengan keahlian yang dibutuhkan industri.


“Seperti Big Data Analytics, Cybersecurity, Cloud Computing, Web Developer, Cyber Operations, Data Analyst, Digital Marketing, Graphic Designer, IT Perbankan, IT Project Management, dan Smart City,” tuturnya.


Sekjen Niken menyatakan ada pula pendekatan dasar melalui literasi digital dalam program Gerakan Nasional Literasi Digital yang biasa dikenal sebagai Siberkreasi. Selain itu Digital Leadership Academy yang membutuhkan para stakeholders dengan keahlian yang lebih tinggi seperti pada level Chief-Level Practitioner, Degree Holder, dan Expert Level. Ini adalah untuk advance digital skill yang juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan global.


“Nah DTS ini pada level intermediate atau level  untuk upskilling atau peningkatan kecakapan yang telah dimiliki maupun reskilling atau pelatihan kecakapan baru untuk sumber daya manusia bidang digital,” tandasnya.


 


50 Ribu Peserta Pelatihan Daring


Sekjen Kementerian Kominfo menyatakan tahun ini, Program Digital Talent Scholarship 2020 memberikan beasiswa pelatihan intensif bagi lebih dari 50.000.


“Ini bagian program pembangunan prioritas nasional, dan ditujukan untuk masyarakat umum, utamanya angkatan kerja muda hingga aparatur sipil negara di bidang teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa di era Industri 4.0,” tuturnya. 


Menurut Sekjen Niken, Kementerian Kominfo menargetkan agar sumberdaya manusia digital Indonesia memiliki kompetensi dan bisa bersaing dengan negara lain.


“Dengan meningkatnya kompetensi dari talenta digital Indonesia, hal ini tentunya akan berdampak kepada semakin percayanya industri teknologi untuk merekrut tenaga kerja dalam negeri serta kemampuan dari para talenta digital untuk menciptakan lapangan kerja baru,”harapnya.


Pada tahun 2020 ini, terdapat 6 (enam) akademi yang ditawarkan seperti Fresh Graduate Academy (FGA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), Regional Development Academy (RDA), Thematic Academy (TA), Digital Entrepreneurship Academy (DEA) dan Online Academy (OA).


“Dalam penyelenggaraannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan beberapa pihak, seperti perguruan tinggi, universitas dan Politeknik terkemuka, Global Technology Companies maupun perusahaan lokal serta industri,” jelas Seken Kementerian Kominfo.


Mengenai pelaksanaan pelatihan, Sekjen Niken menyatakan selama masa pandemi, akan berlangsung secara daring atau online. Hal itu ditujukan untuk melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan mengikuti perilaku masyarakat yang beralih ke dunia virtual.


 “Kini, kita telah memasuki fase “adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19”. Untuk itu, Digital Talent Scholarship tidak hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan skill di era digital, tetapi sekaligus mempertahankan produktivitas masyarakat,” jelasnya.


Program Digital Talent Scholarship 2020 telah menyelesaikan 2 (dua) akademi yang diselenggarakan secara daringe sejak awal pandemi Cobid-19, yakni Online Academy dan Digital Enterpreneurship Academy.


Kini akan berlangsung 4 (empat) akademi yang pelatihannya sedang dilaksanakan secara daring.  Empat akademi itu antara lain:


1.    Fresh Graduate Academy, yang merupakan program pelatihan yang ditujukan bagi lulusan S1, D3, dan D4 bidang TIK, MIPA, dan Teknik; yang dilaksanakan bersama 55 perguruan tinggi; dan bekerjasama dengan 5 Global Technology Company dengan tema pelatihan yang dibuka seperti Core System Administration, Java Programming, Database Design and Programming with SQL, Cloud Computing, Data Science.


2.    Vocational School Graduate Academy, yang merupakan program pelatihan berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi lulusan SMK dan D3/D4 Bidang Teknik dan Manajemen Informatika, Komputer,  Jaringan, Elektro, Mekatronika, Rekayasa Perangkat Lunak, Telekomunikasi, Desain Grafis, Desain Komunikasi Visual, dan Animasi; yang diselenggarakan bersama 35 perguruan tinggi dengan tema pelatihan yang dibuka yaitu Network Administrator, Mobile Programmer, Web Developer, Graphic Designer, Motion Graphic Artist, Multimedia Designer, Drive Tester.


3.    Thematic Academy,yang merupakan pelatihan multisektor dengan pendekatan multidisiplin. Tema pelatihan yang dibuka dalam pelatihan TA yaitu : IT untuk Perbankan, Digital Marketing, Big Data for Social Science, dan IT Project Management dan Pelatihan TI untuk Buruh Migran. Terdapat kesempatan pemagangan di tema pelatihan IT untuk Perbankan.


4.    Regional Development Academy, pelatihanbagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perangkat daerah di 122 kabupaten prioritas pembangunan  dan 7 kawasan prioritas wisata; Tema-tema pelatihan dibuka dalam pelatihan RDA yaitu : Big Data Analytics, Analisis Media Sosial, Junior Network Administrator, Junior Graphic Designer dan Smart City.


 


Fasilitasi Talenta Digital


Sekjen Niken  menyatakan selain diberikan hard-skill, peserta juga dilatih soft-skills. Bahkan Kementerian Kominfo juga menyiapkan fasilitasi bagi peserta untuk menemukan berbagai peluang kerja dari beragam industri melalui aplikasi SIMONAS (Sistem Informasi dan Monitoring Alumni Sertifikasi). 


“Kami juga menyiapkan soft-skills, dan setelah menyelesaikan pelatihan-pelatihan tersebut, Kementerian Kominfo menyiapkan aplikasi yang memfasilitasi pertemuan antara talenta-talenta digital yang sudah dilatih melalui program DTS dengan industri,” ujarnya.


Sekjen Kementerian Kominfo mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada mitra yang telah bekerja sama untuk mewujudkan program DTS 2020.


“Semuanya sinergi dalam peningkatan kapasitas SDM digital, dan kepada Adik-adik yang menjalani pelatihan ini, saya ucapkan selamat belajar dan mengikuti pelatihan, semoga dapat menyerap dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan,” ujarnya.


Setelah pembukaan oleh Sekjen Kementerian Kominfo, Ngobrol Digital Bareng DTS 2020 dilanjutkan dengan gelar wicara virtual dengan narasumber Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Karjono; Kepala Badan Penelitian dan pengembagan SDM; Bapak Basuki Yusuf Iskandar dan mitra penyelenggara Program DTS 2020. Talkshow Ngorbit dipandu oleh Staf Khusus Menteri Kominfo Lathifa Al Anshori.


Dari mitra penyelengara hadir secara virtual CEO Dicoding Indonesia Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono; Direktur IT dan Operasi Bank Negara Indonesia, Y.B. Hariantono; Wakil Direktur IV Bidang Kerjasama Politeknik Negeri Jakarta, Iwan Supriyadi, dan Dekan Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana, Hery Leo Sianturi.

Komentar