KemenPUPR Resmi Luncurkan SIMANTU, Aplikasi Manajemen Pengetahuan Bidang PUPR | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

KemenPUPR Resmi Luncurkan SIMANTU, Aplikasi Manajemen Pengetahuan Bidang PUPR

Jumat, 01 Maret 2019 | 23.07 WIB
DHEAN.NEWS JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meluncurkan secara resmi aplikasi Sistem Manajemen Pengetahuan (SIMANTU) yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR dalam acara PUPR 4.0 Expo hari Kamis (28/2/2019). SIMANTU didesain untuk manajemen pengetahuan (knowledge management) yang berisikan aset intelektual khususnya dalam bidang PUPR yang dapat diakses di http://simantu.pu.go.id atau diunduh melalui ponsel android.

"Sistem ini menjadi alat untuk mengatur seluruh pengetahuan bidang PUPR yang terakumulasi selama ini. Hal ini menandakan organisasi Kementerian PUPR harus menjadi organisasi yang selalu belajar, karena semua akan berubah. Seperti kata pepatah “We have to change. If you don't change you will die”. Semoga dengan SIMANTU bisa selalu menyajikan informasi-informasi yang baru dalam perkembangan pengetahuan bidang PUPR," kata Menteri Basuki.

Untuk memberikan motivasi kepada generasi muda PUPR, Menteri Basuki mengajak dua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke atas panggung untuk turut serta meresmikan peluncuran sistem tersebut dengan menekan tombol.

Menteri Basuki mengatakan SIMANTU merupakan salah satu inovasi untuk menjawab tantangan era industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik, tidak terkecuali juga memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

"Inovasi-inovasi yang ditampilkan dalam expo ini merupakan langkah awal untuk selanjutnya yang lebih besar. Kita ingin menunjukkan industri konstruksi yang berbasis 4.0, sehingga masyarakat tidak hanya melihat karya infrastruktur bangunan gedung PUPR yang sudah bagus, tetapi juga Sumber Daya Manusia (SDM) - nya semakin handal dalam mengembangkan pemanfaatan teknologi informasi era industri 4.0," ujar Menteri Basuki. Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pengembangan SDM Indonesia menjadi fokus Pemerintah disamping pembangunan infrastruktur.

Sementara Kepala BPSDM Lolly Martina Martief mengatakan ide pembuatan sistem tersebut berawal sejak tahun 2017 bersama dengan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) yang kala itu masih dijabat oleh Danis H. Sumadilaga yang saat ini menjadi Dirjen Cipta Karya.

"Semuanya berawal dari keinginan untuk membuat sebuah sistem manajemen pengetahuan. Namun untuk penamaannya Pak Menteri berpesan untuk lebih sederhana dengan bahasa Indonesia, akhirnya disepakati aplikasi bernama SIMANTU," tutur Lolly.

Lolly mengatakan, sistem tersebut dibuat sebagai sarana manajemen aset intelektual agar terjaga dan dapat digunakan kembali oleh SDM PUPR dan masyarakat umum. Diharapkan sistem tersebut menjadi portal penghubung antara seluruh pegawai dan para ahli di Kementerian PUPR, untuk saling bertukar informasi pengetahuan bidang PUPR.

Selain itu, SIMANTU didesain sebagai perpustakan dunia maya (library 3.0), sebagai dokumentasi tentang keilmuan yang ada di Kementerian PUPR dan menjadi sumber pengetahuan dan solusi atas berbagai permasalahan teknis dan non-teknis di bidang PUPR.

Salah satu inovator yang mengembangkan sistem tersebut, Kepala Subbag Pengembangan Sistem Sekretariat BPSDM Kementerian PUPR Satya Raharja mengungkapkan, selain terdapat fitur informasi tertulis dan video, fitur ruang diskusi interaktif dengan para tenaga ahli diharapkan berjalan interaktif. Selain itu juga terkoneksi modul-modul pelatihan yang dimiliki di BPSDM.

Turut hadir pada acara tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti, Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Plt. Kepala Balitbang Lukman Hakim, Kepala BPSDM Lolly Martina Martief, Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman, Kepala BPJT Danang Parikesit dan para pimpinan tinggi pratama Kementerian PUPR. 

Komentar