Menu Close Menu

Kemenpar Boyong Puluhan Industri MICE Indonesia di The 1st MEET@Malaysia

Selasa, 11 Desember 2018 | 23.02 WIB
DHEAN.NEWS KUALA LUMPUR - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar event The 1st Indonesia Tourism Joint Promotion Forum For MICE, Event & Airlines Industry in Malaysia (The 1st MEET@Malaysia). Kegiatannya di Grand Ballroom The WESTIN Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Desember 2018.

Event the 1st MEET@Malaysia ini akan dikemas dalam format Business Forum. Seperti Interactive Dialogue, Business Matching, dan Seller’s Business Presentation.

Kemenpar sebagai penyelenggara mempercayakan EGO Global Network & Indonesia Professional Organizer Society (IPOS). IPOS sudah sangat berpengalaman dalam bidang Content Management untuk menjadikan event ini lebih menarik dan berkualitas bagi para pelaku bisnis kedua negara.
Di acara ini, Kemenpar memboyong 32 Sellers Indonesia yang bergerak di bidang MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition) industry. Seperti hotels, venue, MICE agents, professional organizers, suppliers dan lain-lain. Mereka dari 10 provinsi (Jakarta, Banten, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh).

"32 MICE Industry ini dipertemukan dengan lebih dari 75 perusahaan, professional organizers, asosiasi di Kuala Lumpur dan sekitarnya," ujar Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani.

Adapun tujuan lain dari forum B to B ini adalah memperkuat kerjasama antara Indonesia dan Malaysia. Khususnya khususnya industri MICE, Event dan Airlines. Selain itu, juga mempromosikan 16 destinasi MICE Indonesia yang telah ditetapkan oleh Kemenpar.
Seperti diketahui, ada 16 Destinasi MICE di Indonesia yang sudah memenuhi standar internasional untuk menggelar event MICE yang siap jual. Di antaranya Bali, Jakarta, Surabaya, Medan, Batam, Padang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Makassar, Manado, Solo, Lombok, Bintan, Palembang, dan Balikpapan.

"Kegiatan ini juga untuk menggali sumber-sumber informasi terbaru dari para narasumber yang berkompeten. Serta pertukaran informasi dan memperluas relasi bisnis di antara peserta kedua negara. Event ini sangat bagus karena ke depan akan mampu mendatangkan wisatawan kelas atas dalam jumlah yang banyak sekaligus," kata Giri.

Adapun para narasumber tersebut yaitu Ilham Glend Polyansyah (Executive Director for Jakarta Chapter of IVENDO – Indonesia Event Industry Council), Mohammad Akil Bin Mohammad Yusof (Deputy President of MATTA), dan Yoke Ping HO (Executive Director of MACEOS – Malaysian Association of Convention & Exhibition Organizers & Suppliers). Kemudian juga ada Fredrik Kaisiepo (Country Manager of Garuda Indonesia) dan Mogan Narayanasamy (Regional Sales Manager Malaysia of Malindo Air).
Urusan kualitas, tidak perlu khawatir. Berbagai hotel berbintang di Indonesia juga banyak dinobatkan sebagai hotel terbaik di dunia. Sehingga semakin meyakinkan Indonesia sebagai host yang tepat untuk menyelenggarakan berbagai event berskala internasional.

Narasumber yang didaulat Kemenpar untuk mengisi agenda Business Forum terdiri dari kalangan professional di bidangnya dari kedua negara. Bukan hanya dari industri MICE & Events, namun juga dari industri penerbangan.

"Sebab, penerbangan sebagai industri utama yang berperan penting dalam membawa wisatawan mancanegara ke Indonesia. 75% lebih wisaman yang masuk ke Indonesia adalah melalui akses udara," tambah Giri.

Selepas agenda Business Forum dan B to B (Table Top), Kemenpar juga menggelar Gala Dinner & Appreciation Night. Gala dinner dimeriahkan penampilan artis penyanyi Indonesia Vidi Aldiano.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penyelenggaraan MEET@Malaysia pertama kalinya ini, diharapkan ke depan akan meningkatkan kunjungan wisata MICE dari pasar Malaysia.

"MICE masuk dalam lima teratas (top five contributors) dalam mendatangkan wisman. Selain wisata belanja dan kuliner, wisata heritage & religi, wisata bahari, dan wisata olahraga," ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga sudah mengamanatkan agar pertumbuhan MICE ditingkatkan dari 6% menjadi 10% pada 2019. Menurutnya, angka ini masih terbilang sangat kecil.

"Selain pertumbuhannya harus meningkat, daya saing MICE Indonesia di tingkat global harus juga meningkat dari kondisi saat ini. Menurut data ICCA, Indonesia berada di posisi 42 dunia dan berada di ranking 12 untuk kawasan Asia Pasifik (Aspas)," jelas Menpar Arief Yahya.

Menpar Optimis, MICE akan menjadi primadona ke depan. Potensinya besar dan prospeknya semakin bagus ke depannya. Indonesia semakin diminati dunia internasional untuk menggelar event-event besarnya.

"Event Asian Games 2018 di jakarta dan Palembang serta IMF - World Bank Annual Meeting 2018 di Bali yang baru selesai digelar adalah bukti konkret. Ini starting point untuk melompat lebih tinggi," pungkas Menpar Arief Yahya.

Komentar