Raih Award di Singapura, Inilah Jejak Karir dan Data Diri Arief Yahya | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

Raih Award di Singapura, Inilah Jejak Karir dan Data Diri Arief Yahya

Sabtu, 17 November 2018 | 11.32 WIB
DHEAN.NEWS JAKARTA - Status Arief Yahya sebagai salah satu menteri terbaik di Kabinet Kerja makin terlihat. Sejumlah penghargaan diraihnya. Terbaru, Arief Yahya diberikan gelar Distinguished Honorary Fellow atau gelar insinyur kehormatan oleh ASEAN Federation of Engineer Organization (AFEO). Seperti apa sih sosok berprestasi ini sebenarnya? Yuk kita kenalan lebih dekat.

Arief Yahya lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, 2 April 1961. Ia adalah anak dari pasangan H.Said Suhadi dan Hj. Siti Badriya. Arief Yahya aberasal dari keluarga sederhana. Bapaknya seorang pedagang dan ibunya ibu rumah tangga yang aktif di organisasi keagamaan.

Peran orang tua sangat mempengaruhi perjalanan hidupnya. Ia juga banyak menyerap filosofi hidup dari sang ibunda. Dari ibunya juga Arief Yahya tumbuh menjadi sosok yang tekun dan sederhana.

Berkat ketekunannya belajar di sekolah menengah, ia berhasil masuk Institut Teknologi Bandung (ITB) pada usia 18 tahun. Di kampus ini, Arief Yahya mengekspresikan dirinya dengan sangat luar biasa. Bukitnya, ia berhasil menggondol gelar insinyur dari jurusan Teknik Elektro ITB dengan hasil sangat memuaskan.

Sebuah prestasi yang membuatnya banyak dilirik perusahaan. Dengan prestasinya itu, tidak sulit baginya untuk masuk Telkom, perusahaan besar pelat merah di bidang telekomunikasi. Lulus seleksi dan dia menjadi karyawan Telkom. Arief memulai kariernya di Telkom pada tahun 1986, dalam usia 25 tahun.

Di Telkom Arief kembali mampu mengekspresikan kemampuannya. Gelar karyawan terbaik diraih. Ia pun diganjar program beasiswa Master Telematika di Surrey University, Inggris.

Pulang dari Surrey University, kemampuan Arief Yahya di Telkom makin terasah. Kariernya juga berkembang. Berbagai jabatan diraihnya. Mulai dari kepala Kantor Daerah Telekomunikasi (kandatel), Kepala Divisi Regional (Kadivre), Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia, hingga menjadi nomor satu dengan jabatan Direktur Utama PT Telkom 2012-2017.

Deretan penghargaan disabetnya. Diantaranya The Best Kandatel (Kantor Daerah Telekomunikasi), kemudian Pemasaran telepon terbaik Telkom Jakarta, Kepala Divisi Regional (Kadivre) Terbaik The Best Sponsor Telkom Kalimantan. Kadivre Terbaik, Penghargaan Management War Room terbaik 2003. The Best Jalur Komando Award, Panglima Daerah VI Kalimantan. Divre Terbaik, Rocky of The Year 2003, Untuk Management Flexi, Divre VI Kalimantan.

Arief juga masuk dalam daftar ”25 Business Future Leader”, Economic Challenge Award 2012 kategori Industri Telekomunikasi, dan sebagai The CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012.

Arief diganjar Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai penerima Satyalencana Pembangunan atas keberhasilan dalam Peningkatan Pelayanan Prima di Kalimantan dan Jawa Timur. Arief punya filosofi yang mengenai keberhasilannya itu. “Pilih orangnya dulu, kemudian katakan keinginanmu,” katanya mengutip Jim Collins dalam buku Good to Great.

Buku itu menyebutkan, terdapat dua proses besar untuk menggulirkan perubahan di dalam organisasi yang hebat (disebut organisasi Good to Great).

Proses pertama adalah build up yang terdiri dari Level 5 Leadership, First Who then What, dan Confront the Brutal Facts. Proses kedua adalah breakthrough yang terdiri dari: Hedgehog Concept, Culture of Discipline, dan Technology Accelerators.

“Khusus mengenai First Who then What, banyak pemimpin yang lebih memilih pendekatan First What then Who. Mereka seringkali terjebak. Mereka sering mengatakan tetapkan visi, misi, dan strategi, baru kemudian dipilih orang-orangnya,” katanya.

Menurut Arief, jika mengambil pilihan itu artinya sebuah institusi masih menjalankan Kepemimpinan Level 4 (Level 4 Leadership). Untuk mencapai Kepemimpinan Level 5 (Level 5 Leadership) kita akan memilih First Who then What.

Selama 28 tahun berkarier di Telkom dengan tekun dan profesional, Arief Yahya diminta Presiden Joko Widodo menjadi menteri. Presiden memintanya menjadi Menteri Pariwisata dalam Kabinet Kerja 2014-2019. Meski bukan bidangnya, dia tetap dianggap mampu mengelola dunia pariwisata karena dia salah satu menteri yang berasal dari profesional.

Mendapat tantangan di sektor pariwisata, Arief Yahya justru semakin membuktikan kapasitasnya. Berbagai prestasi di raih Kementerian Pariwisata yang dipimpinnya. Hingga akhirnya, pariwisata menjadi tiga besar penyumbang devisa negara. Dan akhirnya, pariwisata ditetap sebagai core economy oleh Presiden.

“Dalam organisasi Good to Great, yang terpenting adalah memilih orang-orang (who) terlebih dulu, dibandingkan menetapkan apa yang harus dilakukan (what). Bila diilustrasikan dengan sebuah bus, maka transformasi organisasi Good to Great bukan dimulai dari membayangkan ke arah mana bus akan meluncur dan kemudian mencari orang-orang yang mengemudikannya untuk menuju ke sana,” terangnya.

Karena itu, hal pertama yang harus dilakukan oleh pemimpin hebat (Great Leader) dalam memulai transformasi adalah menempatkan orang yang hebat (Great People) di dalam 'bus'-nya. Pemimpin Good to Great menggunakan tiga prinsip dalam memulai sebuah proyek transformasi organisasi.

“Pertama, ia selalu memulai transformasi dengan “siapa” (who) daripada “apa” (what). Hal ini memungkinkan si pemimpin untuk beradaptasi terhadap perubahan, seekstrim apapun perubahan yang dihadapi organisasi,” katanya.

Keberhasilan Arief Yahya mengubah wajah pariwisata, membuatnya menjadi penerima ASEAN Engineering Award 2018. Khususnya untuk kategori Distinguished Honorary Fellow atau gelar insinyur kehormatan.
Penghargaan diberikan dalam Conference of ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO) ke-36 di Singapura.(*)

DATA DIRI ARIEF YAHYA

PENDIDIKAN
SMA di Banyuwangi 1976
Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung 1979
Elematics (Software & Telecommunications) di Universitas Surrey, Inggris
Program doktoral Universitas Padjadjaran

KARIER
Karyawan Telkom Indonesia, 1986
Senior Manager Niaga Divisi Regional II,1999 – 2001
General Manager Kandatel Jakarta Barat, 2002 – 2003 
Kepala Divisi Regional VI Kalimantan, 2003 – 2004
Kepala Divisi Regional V Jawa Timur, 2004 – 2005
Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia, 2005
Direktur Utama PT Telkom Indonesia, 2012-2014.
Menteri Pariwisata, 2014-2019

PENGHARGAAN 
The Best Kandatel (Kantor Daerah Telekomunikasi), Pemasaran telepon terbaik Telkom Jakarta
Kepala Divisi Regional (Kadivre) Terbaik The Best Sponsor
Telkom Kalimantan. Kadivre Terbaik, Penghargaan Management War Room terbaik 2003.
The Best Jalur Komando Award, Panglima Daerah VI Kalimantan. Divre Terbaik, Rocky of The Year 2003, Untuk Management Flexi, DIVRE VI Kalimantan.(*)

Komentar