Polres Luwu Galakkan Luwu Pray For Sulteng | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

Polres Luwu Galakkan Luwu Pray For Sulteng

Jumat, 12 Oktober 2018 | 21.59 WIB
DHEAN.NEWS LUWU - Pasca bencana Alam di Sulteng yang menyebabkan Ribuan korban berjatuhan dan Ratusan Ribu lainnya berduka, uluran tangan dari berbagai pihak di setiap pelosok Indonesia pun bergantian datang secara bertahap, Bencana Alam  yang menjadi duka oleh seluruh bangsa Indonesia ini tepatnya terjadi di Kota Palu, Sigi dan Donggala.

Polres Luwu juga ikut ambil bagian, tak hanya sekedar berpartisipasi dalam penyaluran bantuan logistik, Kapolres Akbp Dwi Santoso,S.Ik,MH juga merutinkan personilnya baik yang di Polres maupun di Polsek jajaran, untuk menggalakkan Luwu Pray For Sulteng, kegiatannya berupa ajakan kepada segenap masyarakat Luwu untuk melaksanakan ibadah Dzikir dan Do'a bersama dalam rangka memohon Rahmat Ilahi bagi seluruh korban bencana Sulteng, ini dilakukan secara serentak setiap ba'da Shalat Jum'at di Masjid-masjid Kecamatan hingga Masjid-masjid Desa dimana pada pelaksanaannya untuk Masjid Kecamatan dikoordinir oleh masing-masing Kapolsek Jajaran sesuai wilayah hukumnya sedangkan di Masjid Desa, koordinator diperankan oleh para Bhabinkamtibmas yang ada di setiap Desa, upaya Polres Luwu ini terbilang sukses, antusias dari berbagai kalangan masyarakat sangat aktif, suasana Dzikir dan Doa di tiap-tiap Masjid yang dipadati jamaah Jum'at begitu khusyuk. Hingga kini Luwu Pray For Palu yang digalakkan Polres Luwu sudah memasuki Jum'at kedua.
Khusus di Masjid Al-Ihklas Polres Luwu, Kecamatan Belopa, Luwu, Zikir dan Do'a dipimpin langsung Akbp Dwi dan diikuti oleh seluruh personil Polres serta beberapa masyarakat sekitar.

"Untuk saudara kami di palu dan Dongala, kami memanjatkan doa agar tabah dengan bencana yang menimpa ini," ucap AKBP Dwi dalam penyampaian duka citanya terhadap para korban bencana alam Sulteng, sembari mendoakan agar daerah lain khususnya Kabupaten Luwu tidak mengalami bencana serupa, "Semoga Indonesia senantiasa dilindungi Allah khususnya daerah kita, terhindar dari bahaya," harapnya.

Diketahui awal bencana terjadi pada (28/9) lalu, dimulai dari gempa dengan kekuatan 7,5 skala richter yang mengguncang Kota Palu dan Donggala disusul badai stunami di daerah pesisir pantai Kota Palu.(Dian)

Komentar