Menu Close Menu

INAPGOC Pastikan Persiapan Sudah Hampir 100 Persen

Jumat, 21 September 2018 | 12.05 WIB

DHEAN.NEWS JAKARTA - Asian Para Games 2018 tinggal 15 hari lagi. Seluruh persiapan pesta olahraga disabilitas se-Asia ini semakin dimatangkan oleh Panitia Pelaksana Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) yang sedari awal menargetkan tiga sukses, yakni sukses pelaksanaan, sukses administrasi, dan sukses legacy.

Upacara pembukaan Asian Para Games akan dilakukan hari Sabtu, 6 Oktober 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno jam 7 hingga 9 malam. Konsep acara mengambil pesan dan nilai keberagaman bangsa Indonesia yang menjadi satu kesatuan. Lagu-lagu resmi Asian Para Games III akan dibawakan dalam upacara pembukaan, yaitu Song of Victory (Putri Ariani, Armand Maulana, Once, Vidi Aldiano, Maudy Ayunda, Regina Poetiray, Zara, Lesty Dangdut Academy), Dream High (Sheryl Sheinafia & Claudia Fritska), Juara (Naura & Zizi),Manusia Kuat (Tulus, Andien, Tompi). Secara keseluruhan, dalam pertunjukan berdurasi dua jam ini juga akan menampilkan para penyandang disabilitas sebagai bagian penting dalam upacara pembukaan.

Tiket upacara pembukaan terbagi dalam empat kelas : platinum Rp 2,5 juta, gold Rp 1,5 juta, silver Rp 750 ribu, dan bronze Rp 500 ribu. Pembelian dapat dilakukan mulai tanggal 20 September 2018 jam 18.00 WIB secara online melalui asianparagames2018.loket.com.

“Terkait dengan konsep opening ceremony, kami akan menghadirkan semua talent dan pelaku-pelaku dari opening ceremony. Akan ada Jay Subiakto, Andi Rianto, Citra Subiakto, Tulus, Armand Maulana dan masih banyak lagi. Kami juga akan menampilkan artis-artis yang memiliki kemampuan dan penampilan luar biasa yaitu saudara kami yang menyandang disabilitas karena bagaimana pun tokoh utama dalam acara ini adalah mereka. INAPGOC juga bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk menyediakan tiket upacara pembukaan bagi publik disabilitas,” jelas Ketua Umum INAPGOC Raja Sapta Oktohari.

Dari sisi penyelenggaraan, sebetulnya rangkaian Asian Para Games akan dimulai lebih awal, yakni 2 Oktober karena harus mengadakan proses klasifikasi para atlet yang prosesnya akan berlangsung hingga 5 Oktober. Berkaitan dengan hal tersebut, wisma para atlet sudah dibuka secara resmi pada tanggal 1 Oktober 2018 dan siap menerima para tamu negara-negara se-Asia. Bahkan, ada satu negara yang akan tiba tanggal 29 September yaitu Bahrain. Wisma para atlet menyediakan 3.500 unit dengan pengaturan dua orang per kamar jika menggunakan kursi roda dan tiga orang per kamar untuk atlet dan ofisial tanpa kursi roda.

Persiapan venue juga sudah memasuki tahap akhir. INAPGOC menyiapkan 19 venue untuk 18 cabang olahraga karena paracycling menggunakan dua venue. Dari seluruh venue yang digunakan, delapan diantaranya di kawasan GBK. Secara keseluruhan venue sudah siap digunakan tetapi perlu penambahan fasilitas terutama untuk pengguna wheelchair. antara lain ramp, toilet portable, panggung penonton wheelchair. Persiapan sampai saat ini masih dalam proses pabrikasi karena semuanya nanti bersifat temporer dan setting tidak membutuhkan waktu yang lama. Progress sampai tanggal 17 September mencapai 95% dan direncanakan akan selesai pada tanggal 25 September 2018.

Hal yang juga menentukan sukses pelaksanaan adalah transportasi. INAPGOC menurunkan total kendaraan sekitar 1.100 unit untuk atlet, ofisial dan penonton. Seluruh kendaraan merupakan dukungan dari Kementerian Perhubungan, Trans Jakarta, dan Dinas Perhubungan DKI. Di kawasan GBK, para pengunjung dapat memanfaatkan shuttle bus yang berhenti di 8 halte yang ada di setiap venue di dalam GBK. Bus gratis ini beroperasi jam 07.00-21.00. Selain itu INAPGOC bekerja sama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) DKI menyediakan 35 unit motor roda tiga untuk mengantarkan pengunjung disabilitas yang berkursi roda dari venue ke venue di dalam area GBK.

Asian Para Games 2018 akan diliput oleh 1.000 jurnalis. Fasilitas bagi para pewarta disediakan secara terpusat di Main Press Center (MPC) yang akan dibangun di lantai dasar GBK Arena dengan dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Di MPC tersedia working station yang terdiri 50 unit PC dan 100 set LAN dengan koneksi internet 1 Gbps. Tentu tidak lupa kami siapkan difable working area. Kominfo berkomitmen untuk mendukung penuh Asian Para Games 2018 dengan memastikan layanan yang akan memudahkan kerja wartawan”, ujar Plt Sekretaris Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Sumiati.

Fasilitas lain di Main Press Center yang akan resmi beroperasi mulai 4 Oktober mendatang adalah ruang konferensi pers, interview corner, games result and schedule, dining hall dan layanan hospitality berupa kursi pijat dan massage service.

Dari sisi pemerintah, Asian Para Games 2018 juga diharapkan bisa mencapai sukses prestasi. Sebagaimana halnya dengan penyelenggaraan Asian Games yang belum lama usai, pada Asian Para Games pun pemerintah sangat berharap agar diperoleh 4 sukses: sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi dan sukses legacy.

“Terkait sukses prestasi, pemerintah sudah menyiapkan kontingennya secara kompehensif, khususnya melalui pemusatan latihan di NPC (National Paralympic Comnitte) Indonesia yang berpusat di Solo. Baik Presiden Joko Widodo maupun Menpora Imam Nahrawi telah melakukan peninjauan untuk mengetahui kesiapan para atlet yang CdM nya dijabat oleh Wakil Jaksa Agung Arminsyah, dengan tujuan agar semangat dan motivasi bertanding para atlet lebih tinggi lagi”, ungkap Sesmenpora Gatot S. Dewabroto.

Komentar