Menu Close Menu

Ke Festival Sriwijaya 2018 ? Jangan Lupa Mampir ke Kampung Arab yang Instagramable dan Unik

Kamis, 23 Agustus 2018 | 10.47 WIB

DHEAN.NEWS PALEMBANG - Coba deh kalo kamu sedang menghadiri Festival Sriwijaya 2018 untuk mampir ke Kampung Arab. Kampung ini destinasi yang wajib dikunjungi saat Asian Games 2018 dan Festival Sriwijaya  yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan.

Seperti diketahui, Asian Games digelar di Palembang dari tanggal 18 Agustus 2018 hingga 2 September. Sementara Festival Sriwijaya dari tanggal 20 Agustus hingga 2 September.

"Di sini banyak banget loh bertebaran anak-anak dengan muka khas timur tengah yang imut-imut. Bangunan-bangunan yang asli dan Instagramable, bikin kamu betah lama-lama di sini,"ujar Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Sumatera Selatan, Muhammad Yunus, (22/8).

Kata pria yang biasa disapa Obay ini, paras cantik dan gantengnya anak-anak di Kampung Arab Al-Munawar ini tidak lepas dari leluhur mereka yang merupakan keturunan Arab asli yang kemudian menetap di satu kawasan 13 Ulu di dekat tepian Sungai Musi.

"Wisatawan mancanegara dengan wisatawan nusantara juga sering datang ke sini. Apalagi saat Asian Games. Ini jadi atraksi tersendiri,"kata Obay. Di destinasi ini, terdapat sekitar 30 kepala keluarga (kurang lebih 300 penduduk) yang mendiami Kampung Al Munawar. 


Mereka semua mempunyai ikatan darah persaudaraan karena aturan yang tidak membolehkan mereka untuk menikah dengan orang di luar kampung. Namun aturan itu hanya berlaku untuk para perempuannya saja.

Tentunya Kampung Arab Al-Munawar Palembang yang terkesan vintage ini sangat Instagramable banget. Setiap sudutnya dengan pengamatan yang jeli dan kreativitas pasti banyak menemukan spot-spot yang asik banget untuk ambil gambar dan nge-vlog. Sosial media kamu isinya bakal keren-keren.

 "Jadi kalo main-main ke Palembang, yuk sempatin explore Kampung Arab Al-Munawar ini. Tapi jangan lupa izin dengan Kepala Desa dan Kepala Adatnya,"kata Obay. Kepala Adat Kampung Atab Mohammad mengaku siap menyambut wisatawan dengan Hospitality yang bagus dan sempurna. 

Bahkan pihaknya sudah bekerjasama dengan dinas pariwisata terkait untuk terus menghadirikan atraksi-atraksi menarik agar para wisatawan datang kembali ke Kampung Arab. "Di sepanjang Asian Games dan Festival Sriwijaya ini, kita ada pagelaran seni, termasuk marawis dan semua hiburan bernafas islami,"kata Mohammad.

Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh juga membenarkan bahwa Kampung Arab keren banget. Kata Masruroh, Kampung tepi Sungai Musi itu, memiliki daya tarik. Ada rumah adat lama Palembang, yaitu rumah limas. Bangunan sejarah lainnya juga menjadi bagian dari kampung yang berdiri sejak 350 tahun silam.

Tempatnya bersih dan rapih, di samping rumah terdapat tempat duduk berbentuk kotak, Meja panjang berbentuk kotak, pot bunga dan lampu. Yang menghiasi kampung Al-Munawar. 

Gemericik ombak Sungai Musi bisa jadi pelengkap bagi Anda menikmati secangkir kopi ketika tiba di desa tersebut. Ya, di kampung itu ada kedai yang menawarkan kopi khas yang cukup hits, yakni Kopi Cap Sendok Mas. 

Di Kampung Al'munawar terdapat deretan rumah-rumah tua yang masih kokoh berdiri lantaran terbuat dari kayu-kayu ulin dan batu marmer yang didatangkan langsung dari Eropa.

Masyarakat Al-Munawar sangat ramah dan terbuka dengan wisatawan yang datang. Kalau memasuki kampung ini jangan kaget karena memang kampung Al'Munawar lekat sekali dengan adat Arab. 

Wanita memakai jilbab panjang dan burqo menutupi wajah berjalan malu-malu saat berpapasan dengan wisatawan, sedangkan kaum laki-laki bersiap-siap pergi ke masjid. "Sangat cocok untuk wisatawan negara tetangga kita seperti Malaysia, Singapura dan negara Asia Tenggara lainnya,"kata Masruroh yang biasa dipanggil Iyung itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik terselenggaranya Festival Sriwijaya 2018 yang merupakan penyelenggaraan tahun ke-27. Ia menyebut festival sebagai salah satu cara yang paling efektif dalam mempromosikan satu daerah atau destinasi pariwisata. 

Sebuah event, ujar Menpar, memiliki manfaat ganda. Yaitu manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat yang pertama adalah memperkenalkan destinasi, dan kedua bisa menjadi ikon untuk mendatangkan wisatawan langsung pada saat event berjalan.Apalagi di Palembang sedang berlangsung Asian Games.

Selanjutnya memacu masyarakat lokal dalam mengembangkan kreatifitas dan secara langsung terlibat dalam kepariwisataan.

“Tidak kalah penting, sebuah event atau festival akan menggairahkan dan membangkitkan kesenian dan kebudayaan lokal yang merupakan modal dasar pembangunan kepariwisataan,” kata menteri asli Banyuwangi itu.(*)

Komentar