Menu Close Menu

Polri Ajak Masyarakat Tetap Menjaga Ketertiban Selama Mudik Lebaran

Kamis, 30 Mei 2019 | 22.42 WIB
DHEAN.NEWS JAKARTA - Mudik lebaran menjadi semacam ritual rutin warga masyarakat untuk pulang kampung bersama sama saat Lebaran. Ya, Lebaran dijadikan ajang silaturahmi bersama bagi warga masyarakat.

Namun kemacetan merupakan pemandangan dan pengalaman berulang dari tahun ke tahun. Kemacetan yang terjadi dalam jangka yang panjang bukan lagi menjadi masalah lalu lintas semata melainkan menjadi masalah sosial. 

Berbagai kelambatan dan menemukan solusipun akan menambah kompleksnya permasalahan. Misalnya jalan yang sudah tidak menampung, kerusakan jalan, putaran, penyempitan, tingkat kepadatan, perilaku pengguna jalan, perilaku pengguna jalan yang melanggar aturan dsb.

"Faktor-faktor yang menjadi potensi terjadinya perlambatan atau kemacetan yang harus menjadi perhatian diantaranya persimpangan sebidang, botle neck, Gate toll. Belum lagi ada perbaikan atau pembangunan jalan, pasar tumpah dan parkir sembarangan yang berdampak kemacetan sering dianggap wajar," ujar Brigjen. Pol. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si selaku Dirkamsel Korlantas Polri saat patroli jalur mudik operasi ketupat 2019. 

Chryshnanda juga mengingatkan penggunaan tol dalam jarak yang cukup panjang memerlukan pemahaman dan penyiapan fisik, kendaraan, dan berbagai prediksi serta solusi. Perlu kesiapan yang matang sebelum berangkat.

Menurut Chryshnanda, Jalan tol merupakan jalan berbayar menjadi harapan untuk kamseltibcarlantas, dengan berbagai fasilitas untuk kecepatan, keamanan, keselamatan, kelancaran hingga kondisi-kondisi darurat. Walaupun menghadapi arus mudik lebaran sekalipun.  

Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan, terus dilakukan melalui sistem-sistem pemantauan hingga penegakkan hukum. 

Dengan sistem berbasis IT kualitas pelayanan kepada publik dapat dirasakan secara signifikan oleh masyarakat dengan prima.

Berkaitan dengan Program Road Safety, standar-standar pelayan public yang diupayakan terus menerus secara sinergis dan berkesinambungan. Lima hal yang menjadi perhatian utama terkait arus mudik, ujar Chryshnanda. Yaitu:

1. Kelancaran, untuk memenuhi standar kapasitas, prioritas dan emergencynya.
2. Sistem pemantauan dan pendeteksian, volume arus/tingkat kepadatan arus lalu lintas
3. Standar volume kendaraan untuk kecepatan minimal maupun maksimal
4. Standar kapasitas untuk menentukan prioritas pengaturan tingkat kepadatan dari pengalihan arus, contra flow hingga sistem one way
5. Standar pelayanan di gate dan exit toll

Standar-standar kelancaran, keamanan, keselamatan, hingga kondisi darurat, dibangun dengan berbasis TI yang di implementasikan melalui back office berisi peta dan system pemantauan serta komando pengendalian. Diimplementasikan melalui aplikasi on line didukung dengan sistem network secara manual dan elektronik.

Mudik yang happy membuat mudik mengasyikkan, walau macet tetap ada sesuatu yang setidaknya membuat ada harapan dan hiburan. Adanya informasi, solusi, kontijensi dan komunikasi akan mengurangi tingkat ketegangan dan emosi pengguna jalan yang terjebak dalam kemacetan, tutup Chryshnanda.

Yang paling penting untuk selalu diingat adalah keselamatan tetap yang pertama dan utama. Stop pelanggaran stop kecelakaan keselamatan untuk kemanusiaan.

Komentar