Menko Luhut : GWK Bisa Berkontribusi dalam Meningkatkan Pariwisata Bali | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

Menko Luhut : GWK Bisa Berkontribusi dalam Meningkatkan Pariwisata Bali

Minggu, 23 September 2018 | 20.37 WIB

DHEAN.NEWS BALI - Menko Maritim berharap dengan diresmikannya patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), akan menambah jumlah wisatawan yang datang berkunjung ke GWK khususnya ke Bali.

“Saya memberikan penghargaan kepada Bapak Joop Ave yang 28 tahun lalu sebagai Menteri Pariwisata telah menginisiasi pembangun GWK ini. Seperti yang telah dicanangkan oleh Presiden bahwa sektor pariwisata menjadi primadona untuk pendapatan negara. Tahun depan kita targetkan sebanyak 20 juta orang wisatawan,” kata Menko Luhut dalam konferensi pers menjelang peresmian Taman Budaya GWK oleh Presiden Joko Widodo pada hari Sabtu (22-09-2018).

Menurut Kementerian Pariwisata, jumlah pengunjung Taman Wisata GWK saat ini berjumlah dua juta orang, diharapkan dalam 2-3 tahun ke depan angka ini akan bertambah menjadi 4 juta orang.

Patung karya I Nyoman Nuarta melibatkan 120 seniman dalam proses pembangunannya.
Menko Luhut juga mengapresiasi dalam tahun-tahun terakhir pengerjaannya mencatat zero accident.
“Saya juga ingin menyampaikan penghargaan kepada GWK yang mencatat tidak terjadi kecelakaan kerja selama proses penyelesaiannya,” ujar Menko Luhut.

Pembukaan taman budaya dan peresmian Patung GWK ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Dalam sambutannya Presiden menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian ini.

“Saya sebut mahakarya karena patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) adalah salah satu patung tembaga terbesar di dunia. Patung GWK adalah patung tertinggi ke-3 di dunia. Saya tadi diberi penjelasan bahwa patung ini lebih tinggi daripada patung liberty di Amerika Serikat. Selesainya mahakarya ini bukan hanya membanggakan masyarakat Bali, tapi juga membanggakan seluruh rakyat Indonesia, karena hal ini membuktikan bahwa sebagai bangsa yang besar, kita bukan hanya mewarisi mahakarya besar dari peradaban masa lalu yang sangat indah yang mengagumkan dunia seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, tapi di era kekinian, bangsa kita juga bisa berkarya, bisa berkreasi untuk membangun sebuah peradaban untuk melahirkan mahakarya yang baru yang juga membanggakan kita semuanya yang diakui dan dikagumi oleh dunia.”

Taman Budaya (Cultural Park) ini berdiri di lahan seluas 67 hektar, bangunan patung GWK ini memiliki tinggi 121 meter lebih tinggi dari patung Liberty di Amerika Serikat yang tingginya 93 meter. Diharapkan obyek wisata ini bisa meramaikan perhelatan Pertemuan IMF-Bank Dunia bulan depan.

Pertemuan IMF-Bank Dunia

Menurut Menko Luhut, IMF dan Bank Dunia mengapresiasi persiapan yang dilakukan. Permintaan mobil sudah mencapai 4000, kita sedang menelaah bagaimana mengatasi masalah lalu lintas itu nantinya.

“Mereka menyampaikan persiapan yang dilakukan Indonesia sudah sangat baik bahkan menurut mereka ajang yang diselenggarakan di Bali ini akan menjadi yang terbesar semenjak pertemuan pertama pada tahun 1946,” kata Menko Luhut dalam konferensi pers.

Ia menambahkan dampak ekonominya diharapkan bisa dirasakan oleh daerah wisata lain seperti Banyuwangi, Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, dll.

Underpass

Pagi harinya Menko Luhut meresmikan dibukanya underpass Simpang Tugu Ngurah Rai. Underpass dengan panjang 912 meter ini, pelaksanaan pembangunannya dimulai pada September tahun lalu dilakukan oleh KemenPUPR bersama tiga BUMN infrastruktur.

Tingginya volume kendaraan yang melintas di lokasi ini karena lokasi ini merupakan pertemuan akses Bandara Ngurah Rai, akses tol Bali Mandara, dan akses dari Denpasar menuju kawasan Nusa Dua.

“Saya mengucap syukur atas selesainya proyek ini, saya masih ingat tahun lalu waktu kami akan memulainya saya sempat tanya ke Pak Basuki (MenPUPR) apa bisa kita selesaikan underpass ini sebelum pertemuan IMF-Bank Dunia? Tapi saat itu Pak Basuki menjawab bisa. Dan ternyata bisa malah lebih cepat dari target,” kata Menko Luhut saat menyampaikan kata sambutan.

Dengan beroperasinya underpass ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di Simpang Tugu Ngurah Rai. “Ini bagian dari proyek-proyek infrastruktur yang kita kerjakan menjelang pertemuan IMF-Bank Dunia. Kita bereskan semua, seperti Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang akan diresmikan Presiden, TPA Suwung yang sudah 18 tahun baru selesai sekarang, bandara Ngurah Rai akan kami perluas hingga 40 hektar, lalu proyek underpass ini. Saya harapkan masyarakat Bali tidak lagi ribut-ribut karena niat kita baik,” ujar Menko Luhut kepada wartawan.

Menko Luhut menegaskan saat ini pembangunan dilaksanakan secara komprehensif dan terintegrasi. “Bank Dunia dan universitas Udayana sekarang ini sedang melakukan studi perlunya pembangunan tol yang menguhubungkan Bali Utara-Bali Selatan serta studi tentang bandara di Singaraja. Tentang siapa yang membiayai ya, kita tunggu saja hasil studinya. Bisa pemerintah bisa juga swasta. Jadi kita melakukan pembangunan harus ada studinya dulu,” jelasnya.

Ketika ditanya adanya protes masyarakat terhadap reklamasi di Benoa Menko Luhut mengatakan, “Itu bukan reklamasi, itu kegiatan Pelindo 3 yang melakukan pendalaman alur masuk kapal agar kapal-kapal cruise bisa sandar di Bali, bukan hanya di Singapura saja,” jawabnya.

Komentar