Keharmonisan Musik Tanah Air Angklung Gemakan Noumea | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

Keharmonisan Musik Tanah Air Angklung Gemakan Noumea

Selasa, 25 September 2018 | 20.06 WIB
DHEAN.NEWS NOUMEA - Untuk pertama kalinya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia menggelar pertunjukkan besar bertajuk “Angklung pour l’Harmonie” (Angklung untuk keharmonisan) di Nouméa, Kaledonia Baru. 

Sesuai dengan namanya, acara ini dimaksud untuk mempererat persahabatan antara seluruh etnis yang ada di Kaledonia Baru. “Seperti yang pernah diceritakan Konjen RI kepada saya, Angklung memiliki filosofi yang luar biasa. Angklung adalah alat musik yang tidak bisa dimainkan sendiri, seperti halnya manusia harus saling membantu satu sama lain”, ujar wakil pertama Walikota Nouméa, Jean-Pierre Delrieu, membuka acara yang diselenggarakan oleh KJRI tersebut.

Untuk mengawali rangkaian acara, dilakukan kick-off pagelaran angklung di kota Mont-Dore pada tanggal Selasa 18 September. Di kesempatan itu, sekitar dua ratus anak sekolah SD dan SMP berkumpul untuk bermain angklung di bawah panduan Bapak Yayan Mulyana, seniman Angklung asal Bandung yang didatangkan khusus untuk acara l’Angklung pour l’Harmonie. Anak-anak yang baru pertama kalinya memainkan alat musik bambu tersebut tak bisa menyembunyikan kekaguman mereka. 

“Gerakan tangan untuk memandu kami sangat jelas dan suara yang dihasilkan juga sangat indah sekali”, kata Geoffroy, siswa SMP. Wakil Walikota Mont-Dore, Claude Sakomoury juga sangat senang karena kotanya mendapatkan kehormatan untuk dijadikan tempat pertama dalam rangkaian acara ini. “Ini merupakan pengalaman baru bagi anak-anak. Sebelumnya mereka mungkin sudah pernah mendengar suara angklung tapi tidak menyadari apa itu dan belum pernah memainkannya. Pagelaran ini bermanfaat untuk memperdalam pengetahuan budaya mereka”, tambahnya.  

Pagelaran kegiatan Angklung pour l’Harmonie pada Sabtu tanggal 22 September juga melibatkan puluhan seniman yang tidak hanya dari komunitas Indonesia tetapi juga dari komunitas Kanak, Eropa, Walis, Cina, Vietnam. Hebatnya, para seniman tersebut memberikan sumbangsih mereka secara sukarela dan menilai bahwa acara ini benar-benar menjadi pemersatu warga. “Acara ini benar-benar bermakna dan dapat mempersatukan seluruh etnis yang ada di Kaledonia Baru. Apalagi di saat-saat yang memang genting seperti sekarang ini, menjelang referendum penentuan nasib sendiri”, demikian dijelaskan Tim Sameke, seniman dan pengarang lagu “Calédonie Pacifik” yang juga dipersembahkan pada hari itu.

Acara yang digelar di taman kota, Kiosque à Musique tersebut mendapat dukungan aktif dari pihak Balai Kota Noumea, dan para tokoh-tokoh besar Kaledonia, seperti Konsul Jenderal Australia, Konhor Jepang, Konhor Vietnam, Ketua Asosiasi Cina, Perwakilan Direktorat Komunitas Pasifik, Wakil Ketua Kongres, bahkan Komisaris Tinggi Prancis untuk Kaledonia Baru. 

“Sukses sekali… Banyak orang yang hadir berpartisipasi pada acara ini, benar-benar merupakan suatu kebahagian. Kegiatan ini disajikan dengan menonjolkan keanekaragaman yang justru malah mempersatukan”, ungkap Thierry Lataste, Komisaris Tinggi.

Komentar