Jemaah Haji Sakit Lebih Memilih Sembuh dan Pulang | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

Jemaah Haji Sakit Lebih Memilih Sembuh dan Pulang

Rabu, 19 September 2018 | 14.56 WIB

DHEAN.NEWS MADINAH - Isu meninggal di Tanah Suci adalah hal yang sangat baik ternyata ramai di tengah-tengah jemaah Haji. Harus dipahami, meninggal di Tanah Suci saat melaksanakan Haji memang diharapkan oleh setiap jemaah, namun bukan berarti jemaah tersebut membiarkan dirinya dalam keadaan sakit agar meninggal di sana. Hal tersebut merupakan kekeliruan yang harus dipahami oleh seluruh jemaah Haji.

Banyak jemaah yang sakit justru ingin segera sembuh dan kembali pulang ke kampung halamannya. Zainal Abidin misalnya, jemaah haji dari Sulawesi Selatan itu langsung terjatuh sakit setibanya di tanah suci. Satu bulan kemudian saat di pondokan di Makkah ia malah terjatuh di kamar mandi. Akhirnya Zainal harus dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sampai saat ini. Ia berharap agar bisa cepat pulang ke kampungnya di Jeneponto, Sulawesi Selatan.

“Mudah-mudahan saya bisa dibantu untuk cepat pulang bertemu keluarga dan dirawat di rumah sakit di Ujung Pandang,” katanya.

Nasib malang juga menimpa Sri Utami, salah satu jemaah haji dari embarkasi SOC. Karena kelelahan dan ditemukan pingsan ia harus dirawat di KKHI Madinah hingga sekarang. “Saya kecapean, saya juga punya penyakit gula dan darah tinggi. Saya juga susah makan dan banyak ibadah di masjid sampai kelelahan. Saya pingin cepat sembuh, segera ketemu cucu dan keluarga saya. Saya tidak ingin merepotkan orang,” ungkapnya.

Sri Utami mengaku ingin segera keluar dari klinik itu dan pulang ke kampung halamannya di Solo untuk bertemu sang cucu.

“Saya merasa sudah sembuh. Saya ingin ketemu keluarga, anak cucu saya, dan tetangga semua,” kata Utami sambil terisak.

Begitupun dengan Muhammad Taufik dari Jakarta. Karena kesehatannya terganggu, ia harus dirawat di KKHI. Padahal, harusnya Taufik pulang tanggal 4 September lalu.

“Sampai saat ini saya masih dirawat di Madinah, di rumah sakit Indonesia (KKHI-red). Mereka merawat dengan baik. Saya sudah tidak sabar ingin kembali lagi bertemu dengan anak-anak saya. Ini adalah karena saya cinta kepada mereka. Saya ingin cepat kembali. Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik bagi saya,” kata Taufik.

Abdul Hamid dari Kloter PLM 14 mengalami sesak napas saat akan pulang dan kini masih dirawat di KKHI Madinah. Istrinya sudah pulang ke Palembang dan saat ini ia masih menunggu kepulangan setelah kondisinya mebaik.

“Istri saya sudah pulang hari Sabtu (15/9). Saya ketinggalan dan saya mau pulang bagaimanapun caranya. Sekarang saya menunggu kesehatan saya disini, menunggu giliran berangkat pulang ke Palembang. Saya sakit sesak nafas bertepatan dengan saat mau pulang. Istri saya sudah pulang, saya tiba-tiba sesak nafas,” ucap Abdul Hamid.

Syahril dari kloter BDJ 12, kondisinya sudah membaik. Ia sudah dirawat 4 hari di KKHI. Menurutnya, dua hari sebelum pulang ia sakit sehingga ditinggal oleh Kloternya. Ia mengalami sakit perut, mual, muntah dan hampir pingsan. Ia sangat berharap ingin cepat sembuh dan cepat pulang ke Indonesia

“Sekarang sudah 4 hari di rumah sakit. Saya ketinggalan Kloter saya. Kloter Saya sudah sampai ke Banjarmasin, tinggal saya sendirian yang belum sampai. Harapan saya secepatnya balik ke Banjarmasin,” kata Syahril.

Basuki dari Kloter SOC 77 asal Salatiga masuk ke klinik ini sudah 4 hari yang lalu, awalnya karena kelelahan. Kata dokter di KKHI jantungnya lemah. Alhamdulillah sekarang sudah membaik.

“Harapan saya besok sudah bisa pulang bersama kelompok SOC. Selama di sini, Alhamdulillah pelayanannya bagus. Belum pernah ada suara banter (keras-red). Maemnya (makan-red) enak, pelayanan perawatnya bagus,” ungkap Basuki .

Ia mengatakan bahwa ibadahnya sudah selesai dan merasa sudah sembuh. Basuki ingin bisa segera pulang ke kampungnya di Salatiga.

“Tadi Pak Dokter Syarif menyatakan bahwa saya sudah bagus dan besok bisa pulang bersama-sama Kloternya. Dokter pesan supaya saya positive thinking saja, pulang sehat dan berkumpul dengan keluarga,” tambahnya.

Dari sejumlah pengakuan jemaah Haji itu menunjukkan bahwa kesehatan harus tetap diperjuangkan untuk bisa bertahan hidup, meski sedang melaksanakan ibadah haji.

Data Pasien Rawat

Sampai hari ke-63 (17/9/18) penyelenggaraan Kesehatan Haji di Arab Saudi, jumlah jamaah haji Indonesia dan petugas kloter yang telah kembali ke Indonesia sebanyak 364 Kloter atau 146.495 jemaah. Sementara jemaah gelombang ke dua yang masih di Madinah sebanyak 146 kloter (56.088 jemaah).

DI KKHI Madinah ada 42 jemaah yang masih dirawat. Total rujukan ke KKHI sebanyak 1.054 jemaah dengan total rawat inap berjumlah 495 orang. Adapun jemaah yang masih dirawat di RSAS di Madinah sebanyak 30 orang, di RSAS Makkah sebanyak 46 orang. Sementara di KKHI Makkah sudah tidak ada jemaah yang dirawat.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Eka Jusup Singka menegaskan bahwa tidak benar ada pendapat yang mengatakan jemaah sakit ingin meninggal di Tanah Suci. 

“Jemaah ingin pulang ke Indonesia. Tidak ada yang ingin meninggal disini. Jemaah yang sakit dirawat dengan baik di KKHI atau di RSAS baik di Madinah atau di Makkah. Begitu kondisi membaik, kita pulangkan ke Indonesia,” kata Eka.

Komentar