Ikon Bali yang Mendunia Itu Akhirnya Diresmikan Presiden Jokowi | DHEAN NEWS
Menu Close Menu

Ikon Bali yang Mendunia Itu Akhirnya Diresmikan Presiden Jokowi

Minggu, 23 September 2018 | 20.48 WIB

DHEAN.NEWS ULUWATU - Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) diresmikan Presiden Joko Widodo, Sabtu (22/9). Selain bakal menjadi tourism destination di Bali. Patung setinggi 121 meter itu bakal menjadi ikon pariwisata baru buat Indonesia.

Sejumlah tokoh besar ikut hadir di acara ini. Dari mulai Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, ikut hadir di Bali. Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menpar Arief Yahya, Menkeu Sri Mulyani, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, juga terlihat hadr di tengah acara.

“Apresiasi tinggi saya berikan kepada pak Nyoman Nuarta dan juga PT Alam Sutera yang konsisten menggarap GWK hingga tuntas. Tentunya juga kepada Pak Joop Ave sebagai pencetus. Dengan diresmikan GWK kami harapkan 4 juta wisman bakal berkunjung ke landmark Bali itu,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat jumpa pers persemian GWK di di kawasan GWK Cultural Park, Jl Raya Uluwatu, Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (22/9).


Patung tertinggi ketiga di dunia itu ditargetkan akan menjadi magnet tersendiri untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke Bali. Ekspektasinya, tak kalah dari The Spring Temple Buddha di China dan The Laykyun Sekkya Buddha di Myanmar.

Ada tips yang diberikan Menpar Arief Yahya. Ada juga saran yang diberikan terhadap pengelola patung yang pengerjaannya mencapai 28 tahun itu. Yang pertama, terkait biaya masuk ke GWK. Sementara poin keduanya terkait pemilihan positioningnya.

“Postitioning GWK adalah cultural park (taman budaya) berdiri di lahan seluas 67 hektar. Kira-kira untuk cutural performence yang sangat representatif bagi 35 ribu penonton. Atraksi yang bisa digarap konser musik, dance, hingga sendratari," kata menteri yang memimpin Kementerian Pariwisata Terbaik 2018 diajang TTG Asia 2018 itu.

Lalu dari sisi tiket masuk ke GWK, Menpar menyarankan untuk disesuaikan. Analoginya, bila entry fee nya diturunkan, jumlah wisatawan akan makin banyak,

"Entry fee yang lebih rendah jauh lebih baik. Orang itu lebih besar spendingnya dari pada entry fee-nya,” kata Menpar Arief.

Ini sudah dibuktikan Menpar saat melakukan regulasi terkait bebas visa kunjungan ke Indonesia. Pendapatan negara dari sisi penerimaan visa memang tergerus. Tapi, spending wisman jadi makin besar. Cerminannya bisa dilihat dari melambungnya pariwisata sebagai sektor penyumbang devisa nomor dua di Indonesia.

"Teorinya semakin murah, semakin gratis, akan semakin untung. Karena itu WhatsApp (WA), Google, Baidu, Line mengirimkan pesan gratis, tidak berbayar," ucap Menpar.

Presiden Komisaris Alam Sutera Group Haryanto Tirtohadiguno juga ikut buka suara. Selaku pengembang, dia mengaku siap untuk menambah sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Dia juga berjanji akan terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan yang berkunjung.

"Kita akan membuat fasilitas dari project GWK sendiri.Para turis, pengunjung GWK merasakan pengalaman yang memorable. Level of service akan kita naikkan. Produk-produk yang sekarang masih dalam perencanaan kita pastikan akan dibangun," paparnya.

Komentar